5 Contoh Tembang Pangkur Bawa dan Sindhenan

- Author

Kamis, 2 Februari 2023 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawruhbasa.com – Seperti telah kita bahas pada artikel sebelumnya, tembang Pangkur adalah salah satu tembang macapat yang menggambarkan kisah hidup manusia yang telah menginjak usia senja. Konon kata pangkur berasal dari kata “mungkur” yang bisa diartikan menyingkir, menepi, atau pergi untuk lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Menurut sejarahnya tembang pangkur diciptakan oleh Sunan Drajat ketika menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa. Dengan tembang tersebut beliau berusaha menyindir masyarakat yang telah mencapai usia senja untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan shalat.

Banyak nasihat yang dapat dipetik dari tembang tersebut, namun terkadang bahasa yang digunakan tidak bisa diartikan secara leterlek (Letterlijk) atau harfiah. Penggunaan kata bernilai sastra tinggi terkadang membuat masyarakat awam sulit untuk memahami maksudnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tembang pangkur memiliki watak dan karakter tegas, gagah, bergairah, semangat, ketulusan hati, keyakinan kuat dan mengajak seseorang mempersiapkan masa depannya dalam menghadapi kematian.

Adapun ciri-ciri tembang Pangkur adalah:

  1. Guru gatra adalah 7 (tujuh).
  2. Guru lagu adalah : a, i, u, a, u, a, i
  3. Guru wilangan adalah 8, 11, 8, 7, 12, 8, 8.

5 contoh tembang Pangkur untuk Bawa dan Sindhenan

contoh tembang pangkur

Tembang Pangkur juga biasa digunakan untuk bawa (kidung) ketika akan memulai sebuah langgam atau gendhing dalam karawitan. Tidak itu saja, tembang tersebut juga biasa digunakan untuk cakepan sindenan dalam gendhing seperti ladrang.

Berikut contoh tembang pangkur yang perlu anda ketahui

1. Pangkur Arum sari laras Pelog Barang

Biasa digunakan untuk cakepan sindenan palaran gubahan Nyi Supadmi.

  1. Iku kaki estokena
  2. Marang para sarjana kang mumpuni
  3. Mring tapaking tepa tulus
  4. Kawawa nahan hawa
  5. Wruhanira mungguh sanyataning ilmu
  6. Tan pasthi neng janma wredha
  7. Tuwin mudha sudra kaki

2. Pangkur Nyamatmas laras Pelog 6

Biasa digunakan untuk bawa Ladrang Geger Sore laras Pelog Pathet 6

  1. Barondong winuled gula
  2. Lemed-lemed puthu myang utri mandhi
  3. Ketan kolak kang kadulu
  4. Madu sirad legandha
  5. Madu mangsa pipis tuban jenang grendul
  6. Kaluwa netra kencana
  7. Opak apem lan serabi (seleh nada 2)

Jika dipakai sebagai sindhenan andhegan dilanjutkan bi bi bi bi bi bi (seleh nada 6 ageng)

3. Pangkur Paripurna laras Slendro 9

Biasa digunakan untuk sindhenan Palaran dengan titi laras Slendro 9

  1. Ampyakan kaya wong njala
  2. Rerebutan kaya menjangan mati
  3. Iki satriya pinunjul
  4. Wong sekti mandraguna
  5. Kalokengrat pilih tandhing ing prang pupuh
  6. Sura mrata jaya mrata
  7. Tau tate amungkasi

4. Pangkur Ngulama lan maksiat

  1. Ngulama miwah maksiat
  2. Wong kang kendel tanapi wong kang jirih
  3. Durjana botoh lan kahum
  4. Lanang wadon pan padha
  5. Panitike wawatak lima iku
  6. Apa dene wong kang nyata
  7. Ing pangaruh kang wus yekti

5. Pangkur jam pitu mangkat sekolah

Di bawah ini kami sertakan 1 contoh tembang pangkur tema sekolah yang disertai notasi dengan laras pelog pathet 6.

3 5 5 5 5 5 3 3
Jam pi tu mang kat se ko lah

3 5 5 6 1 1 1 1 1 23 21
Ka ya nge ne ra sa ne da di mu rid

5 6 1 1 1 1 2 2
Wi ra wi ri sa ben e suk

6 5 5 5 5 5 45
A ngu di ka pin te ran

3 5 5 6 1 1 1 1 1 2 3 3
Du rung u wis yen du rung pi kan tuk kur sus

6 1 1 1 1 1 1 1
Kur sus sa king pa mu la ngan

1 2 3 1 2 3 3 21
Ya I ku kang ing sun u di

Pelajari juga 3 Jenis Tembang Jawa

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai contoh tembang pangkur, semoga menjadi manfaat bagi yang membutuhkannya. Selalu kunjungi kawruhbasa.com untuk mendapatkan update artikel seputar belajar bahasa Jawa, atau ikuti kami di Google News

Berita Terkait

Rahasia wayang kulit yang jarang diketahui orang
11 Motif Batik Surakarta dan Yogyakarta Serta Fungsi dan Maknanya
Tradisi Pernikahan Jawa: Simbolisme, Adat, dan Keunikan
Asal Usul Gamelan: Sejarah dan Perkembangan Musik Tradisional Indonesia
Mengenal Birama dalam Musik: Sejarah, Jenis, Penggunaan, dan Tips Bermain
Mengenal Tembang Macapat: Sejarah, Makna, dan Keindahan
Menelusuri Kesenian Tradisional Jawa Melalui Macapat Gambuh
Tembang Maskumambang lengkap dengan 11 contoh dan artinya
Berita ini 249 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 Agustus 2023 - 14:41 WIB

Rahasia wayang kulit yang jarang diketahui orang

Rabu, 10 Mei 2023 - 08:26 WIB

11 Motif Batik Surakarta dan Yogyakarta Serta Fungsi dan Maknanya

Rabu, 8 Maret 2023 - 00:01 WIB

Tradisi Pernikahan Jawa: Simbolisme, Adat, dan Keunikan

Senin, 6 Maret 2023 - 11:14 WIB

Asal Usul Gamelan: Sejarah dan Perkembangan Musik Tradisional Indonesia

Senin, 6 Maret 2023 - 09:12 WIB

Mengenal Birama dalam Musik: Sejarah, Jenis, Penggunaan, dan Tips Bermain

Senin, 27 Februari 2023 - 00:33 WIB

Mengenal Tembang Macapat: Sejarah, Makna, dan Keindahan

Minggu, 26 Februari 2023 - 16:04 WIB

Menelusuri Kesenian Tradisional Jawa Melalui Macapat Gambuh

Minggu, 26 Februari 2023 - 12:40 WIB

Tembang Maskumambang lengkap dengan 11 contoh dan artinya

Berita Terbaru

Uncategorized

Apa yang dimaksud Kawruh Basa?

Sabtu, 20 Apr 2024 - 07:48 WIB

Bahasa Jawa

Apa bahasa Kramane ibu lunga menyang pasar?

Minggu, 17 Mar 2024 - 22:37 WIB

Bahasa Jawa

Sejarah Bahasa Kraton Jawa Kuno

Sabtu, 16 Mar 2024 - 00:32 WIB

Bahasa Jawa

Basa Bagongan, bahasa Jawa dalam kalangan istana

Jumat, 15 Mar 2024 - 22:01 WIB

Bahasa Jawa

Basa Krama Desa Bahasa Jawa yang terkesan memaksakan kata

Jumat, 15 Mar 2024 - 10:34 WIB