Menelusuri Kesenian Tradisional Jawa Melalui Macapat Gambuh

- Author

Minggu, 26 Februari 2023 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawruhbasa.com – Tembang Gambuh adalah salah satu tembang macapat yang memiliki guru gatra 4, guru lagu u, a, i, a dan guru lagu 12, 6. 8, 12.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan warisan budaya, termasuk di dalamnya kesenian tradisional. Salah satu kesenian tradisional yang masih bertahan hingga saat ini adalah macapat gambuh.

Meskipun kurang dikenal oleh generasi muda, kesenian ini memiliki nilai budaya dan filosofi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Jawa. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang tembang gambuh, mulai dari asal usul, struktur, filosofi, hingga peran dan tantangan dalam melestarikannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengertian dan Asal Usul Macapat Gambuh

macapat gambuh

Tembang gambuh adalah kesenian tradisional Jawa yang berasal dari kerajaan Majapahit pada abad ke-14.

Kata “macapat” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “lagu”, sementara “gambuh” merujuk pada alat musik yang digunakan untuk memainkan lagu tersebut.

Tembang gambuh awalnya dikembangkan sebagai bentuk sastra lisan untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan kebijaksanaan kepada rakyat.

Struktur dan Ciri Khas Macapat Gambuh

Tembang gambuh terdiri dari 10 bait syair, masing-masing terdiri dari 4 baris, dan setiap beris terdiri dari:

  • bait pertama 12 suku kata
  • bait kedua 6 suku kata
  • bait ketiga 8 suku kata
  • bait keempat 12 suku kata

Setiap bait memiliki pola yang sama dalam jumlah suku kata dan irama, sehingga menciptakan kesan ritmis yang khas.

Tembang gambuh akan lebih terdengar indah jika diiringi dengan alat musik tradisional Jawa, yaitu gamelan seperti gender, siter, slenthem dan kendang.

Pelajari juga 5 Contoh Tembang Pangkur Bawa dan Sindhenan

Filosofi dan Nilai Budaya dalam Macapat Gambuh

Jika kita mampu menelaah lebih dalam, tembang gambuh memiliki banyak makna filosofis dan nilai budaya dalam setiap bait syairnya.

Beberapa tema yang sering muncul dalam tembang gambuh antara lain tentang cinta, kebijaksanaan, keadilan, dan kepercayaan kepada Tuhan.

Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam kehidupan masyarakat Jawa, dan menjadi bagian dari identitas budaya yang harus dilestarikan.

Peran dan Fungsi Macapat Gambuh di Masyarakat

Tembang gambuh memiliki peran dan fungsi yang penting dalam kehidupan masyarakat Jawa, terutama dalam membangun moral generasi muda.

Kesenian ini tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan pesan moral dan budaya kepada generasi muda.

Tembang gambuh juga digunakan dalam upacara adat dan keagamaan sebagai wujud penghormatan kepada nenek moyang dan Tuhan.

Tantangan dalam Melestarikan Macapat Gambuh

Meskipun memiliki nilai-nilai budaya dan filosofi yang kuat, melestarikan tembang gambuh di era modern masih menjadi tantangan tersendiri.

Tren kesenian modern yang lebih populer dan mudah diakses oleh masyarakat, seringkali membuat kesenian tradisional seperti tembang gambuh terpinggirkan.

Kurangnya dukungan dan perhatian dari pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan macapat khususnya gambuh juga menjadi faktor yang membuat kesenian ini semakin terancam punah.

Oleh karena itu, dibutuhkan upaya yang lebih serius dan berkelanjutan dari semua pihak untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional seperti tembang gambuh.

Pelajari juga Tembang Maskumambang lengkap dengan 11 contoh dan artinya

6 contoh macapat Gambuh

Di bawah ini adalah tembang macapat Gambuh yang bisa digunakan untuk gerongan atau sindhenan Ketawang Gambuh laras Slendro 6 atau Pelog Barang, dipetik dari buku Serat Wedhatama, karya K.G.P.A.A. Mangkunagoro IV.

Contoh 1 Pupuh 1

Samengko ingsung tutur
Sembah catur supaya lumuntur
Dhihin raga cipta jiwa rasa kaki
Ing kono lamun nugrahaning tinemu
Tandha nugrahaning Manon

Contoh 1 Pupuh 2

Sembah raga puniku
Pakartine wong amagang laku
Sesucine asarana saking warih
Kang wus lumrah limang wektu
Wantu wataking wewengkon

Contoh 1 Pupuh 3

Inguni-uni durung
Sinarawung wulang kang sinerung
Lagi iki bangsa kas ngetokken anggit
Mintokken kawignyanipun
Sarengate elok-elok

Di bawah ini adalah tembang macapat Gambuh yang bisa digunakan untuk gerongan atau sindhenan Ketawang Gambuh laras Slendro 6 atau Pelog Barang, dipetik dari buku Serat Wulang Reh, karya Sunuhun Paku Buwono IV.

Contoh 2 Pupuh 1

Sekar gambuh ping catur
Kang cinatur polah kang kalantur
Tanpa tutur katula-tula katali
Kadaluwarsa katutuh
Kapatuh pan dadi awon

Contoh 2 Pupuh 2

Aja nganti kebanjur
Sabarang polah kang nora jujur
Yen kebanjur sayekti kojur tan becik
Becik ngupaya a iku
Pitutur ingkang sayektos

Contoh 2 Pupuh 3

Pitutur bener iku
Sayektine apantes tiniru
Nadyan metu saking wong sudra papeki
Lamun becik nggone muruk
Iku pantes sira anggo

Nada/laras macapat Gambuh

Dalam menyanyikan macapat gambuh, anda harus menyesuaikan laras gamelan seperti yang terdengar pada video di bawah ini:

Kesimpulan

Macapat gambuh adalah salah satu kesenian tradisional Jawa yang memiliki nilai budaya dan filosofi yang penting dalam kehidupan masyarakat. Dalam menghadapi tantangan zaman modern, melestarikan tembang gambuh membutuhkan dukungan dan perhatian dari semua pihak. Kesenian ini tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai wujud penghormatan kepada nenek moyang dan Tuhan, serta media untuk menyampaikan pesan moral dan budaya kepada generasi muda. Oleh karena itu, mari kita jaga dan lestarikan kesenian tradisional Jawa seperti tembang gambuh untuk tetap hidup dan berkembang di masa yang akan datang.

FAQs:

Apa saja alat musik yang digunakan dalam macapat gambuh?

Alat musik yang digunakan dalam mengiringi tembang gambuh adalah gamelan, antara lain gender, dan kendang, rebab, dll.

Apa saja tema yang sering muncul dalam macapat gambuh?

Beberapa tema yang sering muncul dalam tembang gambuh antara lain tentang cinta, kebijaksanaan, keadilan, dan kepercayaan kepada Tuhan.

Apa saja peran dan fungsi macapat gambuh di masyarakat Jawa?

Tembang gambuh memiliki peran dan fungsi yang penting dalam kehidupan masyarakat Jawa, yaitu sebagai media untuk menyampaikan pesan moral dan budaya kepada generasi muda, dan juga digunakan dalam upacara adat dan keagamaan sebagai wujud penghormatan kepada nenek moyang dan Tuhan.

Apakah saya bisa menciptakan macapat Gambuh?

Bisa. Dengan catatan menggunakan patokan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan yang telah ditetapkan.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai tembang macapat Gambuh, semoga menambah wawasan bagi anda yang suka belajar seni dan sastra Jawa khususnya. Selalu kunjungi KawruhBasa.com agar tidak ketinggalan artikel terbaru, atau ikuti kami di Google News

Berita Terkait

Rahasia wayang kulit yang jarang diketahui orang
11 Motif Batik Surakarta dan Yogyakarta Serta Fungsi dan Maknanya
Tradisi Pernikahan Jawa: Simbolisme, Adat, dan Keunikan
Asal Usul Gamelan: Sejarah dan Perkembangan Musik Tradisional Indonesia
Mengenal Birama dalam Musik: Sejarah, Jenis, Penggunaan, dan Tips Bermain
Mengenal Tembang Macapat: Sejarah, Makna, dan Keindahan
Tembang Maskumambang lengkap dengan 11 contoh dan artinya
5 Contoh Tembang Pangkur Bawa dan Sindhenan
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 Agustus 2023 - 14:41 WIB

Rahasia wayang kulit yang jarang diketahui orang

Rabu, 10 Mei 2023 - 08:26 WIB

11 Motif Batik Surakarta dan Yogyakarta Serta Fungsi dan Maknanya

Rabu, 8 Maret 2023 - 00:01 WIB

Tradisi Pernikahan Jawa: Simbolisme, Adat, dan Keunikan

Senin, 6 Maret 2023 - 11:14 WIB

Asal Usul Gamelan: Sejarah dan Perkembangan Musik Tradisional Indonesia

Senin, 6 Maret 2023 - 09:12 WIB

Mengenal Birama dalam Musik: Sejarah, Jenis, Penggunaan, dan Tips Bermain

Senin, 27 Februari 2023 - 00:33 WIB

Mengenal Tembang Macapat: Sejarah, Makna, dan Keindahan

Minggu, 26 Februari 2023 - 16:04 WIB

Menelusuri Kesenian Tradisional Jawa Melalui Macapat Gambuh

Minggu, 26 Februari 2023 - 12:40 WIB

Tembang Maskumambang lengkap dengan 11 contoh dan artinya

Berita Terbaru

Bahasa Jawa

Contoh undangan pernikahan bahasa Jawa pengantin wanita

Senin, 20 Mei 2024 - 23:36 WIB

Bahasa Jawa

Wangsalan: pengertian, jenis dan 22 contoh kalimatnya

Jumat, 10 Mei 2024 - 22:50 WIB

Bahasa Jawa

Bahasa Jawa kecewa dan artinya

Sabtu, 4 Mei 2024 - 14:46 WIB

Bahasa Jawa

Arti loro ati bahasa Jawa

Sabtu, 4 Mei 2024 - 13:07 WIB

Uncategorized

Apa yang dimaksud Kawruh Basa?

Sabtu, 20 Apr 2024 - 07:48 WIB