Tembung Garba Bahasa Jawa: Pengertian, Fungsi, Jenis dan 57+ Contohnya

- Author

Selasa, 24 Januari 2023 - 04:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawruhbasa.com – Tembung Garba adalah dua kata yang penggunaannya diringkas, umumnya digunakan pada tembang Jawa untuk menyesuaikan guru wilangan. Dalam bahasa Indonesia tembung tersebut disebut kata gabungan. Misalnya: tembung “aneng” yang artinya “di”. Tembung tersebut terbentuk dari tembung ana dan ing, sehingga menjadi kata baru aneng.

Dalam bahasa Jawa, tembung garba yaiku tembung loro sing diringkes, lumrahe ana ing tembang kanggo nguyak guru wilangan.

Dalam sebuah buku bertajuk “Pepak Basa Jawa Lengkap“, tembung garba adalah sebuah kata yang terbentuk atas dua kata atau lebih yang penggunaannya digabung tetapi dengan mengurangi jumlah suku katanya yang menghasilkan sebuah kata baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara simpelnya, tembung garba adalah kata yang terbentuk dua kata yang disingkat agar dalam pengucapannya lebih cepat dan mudah. Mungkin anda masih belum paham, agar anda lebih mudah untuk mengerti, berikut penjelasan lebih lanjut.

Pelajari juga : Tembung Saroja lengkap contoh dan artinya dalam bahasa Jawa dan Indonesia

Fungsi dan Manfaat Tembung Garba

Tembung Garba: Pengertian, Fungsi, Jenis dan 57+ Contohnya

Dalam buku Paramasastra Bahasa Jawa, tembung garba biasanya digunakan ketika kita membuat sebuah tembang macapat, dimana tembang tersebut memiliki rumus baku guru wilangan yang berupa jumlah suku kata. Namun, dalam pergaulan sehari-hari, masyarakat Jawa masih banyak menggunakannya, karena diucapkan lebih simpel dan cepat.

Menurut etika masyarakat Jawa, tembung garba yang memiliki arti kiasan hanya boleh digunakan untuk percakapan dengan orang yang usianya sebaya atau lebih muda, tetapi jika dengan orang yang lebih tua dianggap kurang sopan.

4 Jenis Tembung Garba dan Contohnya

Dikutip dari karya ilmiah berjudul “Tembung Garba Wonteng Ing rubrik Macapat Kalawarti Djaka Lodhang” karya Wahyu Retnosari, ternyata tembung garba dibagi menjadi 4 macam. Berikut penjelasannya yang dilengkapi dengan contoh.

1. Tembung Garba Lumrah

Lumrah artinya umum, maka tembung garba jenis tidak mengalami perubahan suku kata ketika digabungkan.

Contohnya:

Jiwangga

Penjelasan: Tembung garba tersebut berasal dari kata jiwa dan angga. Jiwangga artinya jiwamu.

Sinom

Penjelasan: Tembung di atas berasal dari kata si dan enom. Sinom artinya yang muda.

2. Tembung Garba Sustrawan

Tembung garba sustrawan adalah kata yang terbentuk dari perpaduan dua kata yang mendapat sisipan huruf “w” pada awal suku kata terakhir.

Contoh tembung garba sustrawan:

Tumujweng

Penjelasan: Tembung di atas berasal dari kata tumuju dan ing, lalu mendapat sisipan huruf “w”. Tumujweng artinya menuju.

Nujwari

Penjelasan: Tembung tersebut berasal dari kata nuju dan ari, yang mendapat sisipan huruf konsonan “w”. Nujwari berarti pada hari.

3. Tembung Garba Sustra Ye

Tembung Garba Sustra Ye hampir mirip dengan tembung garba sustrawan, namun huruf konsonan sisipan yang digunakan adalah “y”.

Contoh tembung garba sustra ye:

Sedyarsa

Penjelasan: Tembung ini berasal dari gabungan sedya + arsa yang disisipi huruf “y”. Sedyarsa tujuan akan.

Sugyarta

Penjelasan: Tembung terbentuk dari gabungan kata sugih dan arta. Sugyarta artinya kaya uang/banyak uang.

4. Tembung Garba Warga Ha

Jenis tembung garba yang ke-4 adalah warga ha. Adapun ciri khas dari tembung Garba Warga Ha adalah dengan mengurangi salah satu atau beberapa huruf.

Contoh:

Narendra: berasal dari kata Nara + endra

Penjelasan: Tembung Narendra terbentuk kata Nara dan endra dengan mengurangi huruf vokal “a” pada suku kata “Nara“.

Narpendah: berasal dari kata Narpa + endah.

Penjelasan: Tembung narpendah terbentuk dari kata Narpa dan endah dengan mengurangi huruf vokal “a” pada suku kata “Narpa“.

Pelajari juga Tembung Rangkep: Pengertian, Macam, Contoh, dan perbedaannya

Rumus Sandi Tembung Garba

Menurut buku “Baboning Pepak Basa Jawa” karya Budi Anwari, tembung garba memiliki rumus tertentu, jadi tidak sembarangan. Adapun rumus sandi untuk membentuk kata menjadi tembung garba adalah sebagai berikut:
a + i = e
Contoh: Kaloka + ing = Kalokeng

a + u = o
Contoh: Wira + utama = Wirotama.

a + e = e
Contoh: Nara + endra: Narendra.

u + a = wa
Contoh: Ratu + agung: Ratwagung.

u + e: we
Contoh: Jalu + estri: Jalwestri.

u + i: we/wi
Contoh: Tumuju + ing = Tumujweng, Mungguh + ing: Munggwing.

i + a: ya
Contoh: Taksih + alit: Taksyalit.

Pelajari juga Geguritan: Pengertian, Contoh, 9 Unsur, dan Ciri

57 contoh Tembung Garba

Untuk memperjelas dan mempertegas jenis tembung garba dan rumusnya, perhatikan contoh di bawah ini:

Tembung GarbaAsal Kata
anengana + ing
aranekiarane + iki
bisoncatbisa + oncat
dadyajatdadi + ojat (gendra)
dhemennyardhemen + anyar
dadyewuhdadi + ewuh
dorengdora + ing
dupyarsadupi + arsa
jalwestrijalu + estri
jayeng yudajaya + ing + yuda
jiwanggajiwa + angga
kajwarengkajwara + ing
kalokengkaloka + ing
kawindrakawi + indra
lagyantuklagi + antuk
lebdenglebda + ing
lokeswaraloka + iswara
lumuenglumuh + ing
lumakwenglumaku + ing
lumebenglumebu + ing
maharsimaha + resi
malebengmalebu + ing
munggengmungguh + ing
murwengmurwa + ing
mahmerumaha + meru
mringmarang + ing
narendranara + endra
natengnata + ing
narpendahnarpa + endah
nujwarinuju + ari
pranawingprana + ing
praptengprapta + ing
prawirengprawira + ing
prawiratamaprawira + utama
patyawratpati + awrat
ratwelokratu + elok
ratwagungratu + agung
sumengkengsumengka + ing
sugiartasugih + arta
sitinggilsiti + inggil
siniwihingsiniwaka + ing
sutendrasuta + endra
suwitengsuwita + ing
sedyarsasedya + arsa
sakingsaka + ing
surendrasura + endra
sarotamasara + utama
sarwendahsarwa + endah
sinomsi + enom
sirakusira + aku
tatwengtatu + ing
tumengengtumenga + ing
tumekengtumeka + ing
tumujwengtumuju + ing
taksyalittaksih + alit
wirotamawira + utama
yekuya + iku

Pelajari juga : 55+ contoh Cangkriman wancahan, irib iriban, blenderan, tembang, dan wantah lengkap Jawaban dan Artinya

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai contoh “Tembung Garba” lengkap dengan pengertian, jenis, fungsinya. Semoga menambah wawasan bagi anda yang sedang mempelajari Bahasa Jawa. Selalu kunjungi KawruhBasa.com agar tidak ketinggalan update terbaru kami atau ikuti kami di Google News

Berita Terkait

Purwakanthi: asal kata, pengertian, jenis dan contoh
Parikan: Pengertian lengkap dengan contohnya 2 baris dan 4 baris
Unggah ungguh Basa Jawa lengkap jenis dan penerapannya
4 jenis Tembung Camboran Bahasa Jawa, pengertian dan contohnya
Keratabasa Bahasa Jawa yang populer sepanjang masa
159 Nama Pohon, Daun, Bunga, Buah-buahan, dan bijinya dalam bahasa Jawa
Contoh undangan pernikahan bahasa Jawa pengantin wanita
Wangsalan: pengertian, jenis dan 22 contoh kalimatnya
Berita ini 310 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 22:54 WIB

Purwakanthi: asal kata, pengertian, jenis dan contoh

Selasa, 28 Mei 2024 - 11:21 WIB

Parikan: Pengertian lengkap dengan contohnya 2 baris dan 4 baris

Selasa, 28 Mei 2024 - 11:20 WIB

Unggah ungguh Basa Jawa lengkap jenis dan penerapannya

Senin, 27 Mei 2024 - 16:23 WIB

4 jenis Tembung Camboran Bahasa Jawa, pengertian dan contohnya

Senin, 27 Mei 2024 - 16:23 WIB

Keratabasa Bahasa Jawa yang populer sepanjang masa

Senin, 27 Mei 2024 - 16:20 WIB

159 Nama Pohon, Daun, Bunga, Buah-buahan, dan bijinya dalam bahasa Jawa

Senin, 20 Mei 2024 - 23:36 WIB

Contoh undangan pernikahan bahasa Jawa pengantin wanita

Jumat, 10 Mei 2024 - 22:50 WIB

Wangsalan: pengertian, jenis dan 22 contoh kalimatnya

Berita Terbaru

Bahasa Jawa

Purwakanthi: asal kata, pengertian, jenis dan contoh

Selasa, 28 Mei 2024 - 22:54 WIB

Bahasa Jawa

Parikan: Pengertian lengkap dengan contohnya 2 baris dan 4 baris

Selasa, 28 Mei 2024 - 11:21 WIB

Bahasa Jawa

Unggah ungguh Basa Jawa lengkap jenis dan penerapannya

Selasa, 28 Mei 2024 - 11:20 WIB

Aksara Jawa

Paramasastra Basa Jawa Baku jangkep aksara Jawi lan Sandhangane

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:46 WIB

Aksara Jawa

Aksara Jawa: Penjelasan dan maknanya

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:44 WIB