Pengertian Kebudayaan menurut orang Jawa dan secara umum

- Author

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawruhbasa.com – Tembung BUDAYA punika saking panggarbaning kalih tembung, inggih punika saking tembung BUDI lan tembung DAYA. Dene tembung Budi ugi saged winastan Akal, punika sejatosipun namung sawiji, nanging ugi hanggadhahi 5 sebutan.

Dalam bahasa Indonesia

Kata “Budaya” berasal dari dua kata, yaitu “Budi” dan “Daya“. Kata Budi juga dapat diartikan “akal” yang sebenarnya satu tetapi dapat menjadi lima sebutan. Oleh karena itu kata Budi apabila dalam sengkalan 1 memiliki limata (5) watak/sifat.

Pramila tembung BUDI menawi kangge ing Sengkalan hanggadhahi watak 5 (gangsal). Tembung Budi punika saking tembung Sansekerta “Buddhayah“, lajeng tinampi dening tiyang Jawi, lajeng kaluluhaken raos Jawi dados tembung “Budaya”.

Dene wohing pangolahing budi winastan “Kabudayan”, utawi tembung mancanipun winastan “Kultur”.

Dalam bahasa Indonesia

Kata Budi berasal dari bahasa Sansekerta “Budhayah“, kemudian diterima sesuai rasa orang Jawa menjadi “Budaya”. Selanjutnya diolah orang Jawa menjadi “Kabudayan” yang dalam bahasa Indonesia menjadi kebudayaan. Kabudayan dalam bahasa Inggris disebut “culture/kultur” yang arti dan maknanya sama.

Agar kita lebih memahami perbedaan Kebudayaan dan Culture di sini akan dijelaskan keduanya lebih detail.

Pengertian Kebudayaan menurut orang Jawa

Pengertian Kebudayaan menurut orang Jawa

Satemenipun punapa sami menggah werdinipun tembung Budaya kaliyan tembung Kultur? Miturut pangertosan kula radi wonten bedanipun. Lajeng wonten pundi bedanipun? Budaya Jawi punika adhedhasar mendhet saking pangolahing budi, utawi saking sumbering raos utawi batos.

Dalam bahasa Indonesia

Sebagian ahli Bahasa Jawa mengatakan bahwa makna keduanya ada perbedaan. Dalam Bahasa Jawa, Kabudayan (kebudayaan) memiliki makna yang lebih mendalam daripada sekedar pengertian apa adanya. Kabudayan bersumber dari pengolahan budi atau dari rasa atau batin manusia.

Pramila meh sedaya Kabudayan Jawi punika hamujudaken “Basa Pralambang”, utawi Basa Simbol. Sagedipun mangertosi kedah hangginakaken “Rasa/raos”, sarta kedah dipunonceki ngantos saged kababar punapa ingkang dados maknanipun, ingkang pranyata hangemu pitedah luhur lan adi luhung.

Dalam bahasa Indonesia

Oleh karena itu, semua kebudayaan Jawa merupakan “basa pralambang” atau “bahasa simbol” dimana untuk memahami kebudayaan Jawa harus lebih menggunakan rasa batin, serta harus dipahami secara mendalam hingga benar-benar dapat dipahami bahwa hal tersebut merupakan petunjuk luhur.

Dene titikanipun Budaya Jawi inggih punika (Adapun ciri-ciri Kebudayaan Jawa adalah sebagai berikut:)

  • Nuntun kealusaning budipekerti (Menuntun kehalusan budi pekerti)
  • Nuntun tata susila lan tata krama (Menuntun tata susila, norma dan etika hidup)
  • Nuntun bebuden ingkang luhur (Menuntun budi pekerti yang luhur)
  • Tanggap ing sasmita (Cepat tanggap terhadap keadaan)
  • Lantip ing panggraita (Tajam dalam rasa batin)
  • Saged hambabar kaendahan (Bisa menciptakan keindahan)
  • Saged hambabar rasa tentrem (Bisa menimbulkan rasa damai)

Pengertian Kultur (culture) menurut orang Jawa

Menurut bahasa Jawa kata Kultur atau culture berasal dari bahasa latin “Colore” yang artinya “mengolah tanah atau bertani. Kemudian semua daya upaya karya manusia mengolah alam disebut colore yang dalam bahasa Inggris menjadi culture.

Sumber: Bp. Prof. D. Koentjaraningrat dalam buku “Pengantar Antropologi, U.I. 1965 halaman 77 – 78”.

Menurut E.B. Tylor salah satu antropolog memiliki pendapat bahwa kebudayaan yaitu semua hal yang mencakup ilmu, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan semua keahlian yang dimiliki manusia selaku warga masyarakat.

Jadi, Budaya/Kebuyaan dari budaya Barat lebih condong ke oleh pikir (intelektual), karenanya banyak hal-hal yang tidak pas atau sesuai dengan patokan kebudayaan Jawa.

Ada banyak contoh budaya Barat yang tidak sesuai dengan jati diri orang jawa atau lebih luas Bangsa Indonesia. Misalnya; gaya hidup, gaya berpakaian yang jauh dari etika dan norma. Tidak itu saja, masih banyak contoh lain, anda bisa mengamati merasakannya sendiri.

Dalam bahasa Jawa, kata Budi memiliki 5 macam, yaitu:

  1. Budi Maknawi : wahyaning budi
  2. Budi Sambari : wahananing budi
  3. Budi Sawedha : woding ati
  4. Budi Pu at : woding jejantung
  5. Budi Siri : ati kang wening, resik, lan suci (hati yang bening, bersih, dan suci)

Oleh karena itu, siapa saja yang suka selalu mengolah budi, maka orang tersebut akan akan menemukan jati dirinya sendiri. Akan memiliki watak yang berbudi luhur.

Dengan selalu menggali dan mengembangkan kebudayaan Jawa yang luhur bisa mewujudkan benteng kebudayaan Indonesia yang tentunya akan mempersulit budaya barat yang akan merusaknya.

Hal ini sesuai dengan “Eka Prasetya Pancakarsa” agar kelangsungan bangsa Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan UUD 45.

Dalam bahasa Jawa ada Slogan: “Kuncara aruming bangsa amung dumunung aneng luhuring budaya

Artinya: Jayanya suatu bangsa hanya berada pada luhurnya budaya.

Baca juga Aksara Jawa: Penjelasan dan maknanya

Kesimpulan

Sekarang jelas, bahwa sebenarnya pengertian kebudayaan secara umum berbeda dengan yang dimaknai masyarakat Jawa. Pengertian kata budaya menurut orang Jawa lebih mendalam dan lebih detail, karena lebih menggunakan rasa. Dan ini sangat berkaitan dengan cara hidup bermasyarakat orang Jawa yang lebih mengedepankan norma, etika, dan sopan santun. Di mana setiap kata dan tindakan akan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menyakiti hati sesama makhluk hidup.

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:43 WIB

Pengertian Kebudayaan menurut orang Jawa dan secara umum

Berita Terbaru

Bahasa Jawa

Dialog Nebus Kembar Mayang dalam Bahasa Jawa

Sabtu, 20 Jul 2024 - 15:11 WIB

Tanya Jawab

Arti “maido” bahasa Jawa

Minggu, 14 Jul 2024 - 10:22 WIB

Bahasa Jawa

Minta maaf dalam bahasa Jawa

Minggu, 14 Jul 2024 - 10:04 WIB