Arti Lagi dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna “Baru Saja” dalam Konteks Budaya Jawa

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Friday, 27 June 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kawruhbasa.com – Bahasa Jawa adalah bahasa daerah yang memiliki kekayaan kosakata dan makna filosofis yang dalam. Banyak kata dalam bahasa Jawa yang terdengar sederhana tetapi memiliki makna yang kompleks dan penuh nilai budaya.

Salah satu kata tersebut adalah “lagi”. Meskipun dalam bahasa Indonesia kata ini sering diartikan sebagai “sedang”, dalam bahasa Jawa memiliki arti yang berbeda. Arti lagi dalam bahasa Jawa adalah “baru saja”.

Pengertian “Lagi” dalam Bahasa Jawa

Dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa, kata “lagi” merujuk pada suatu kejadian atau aktivitas yang baru saja terjadi.

Penggunaan kata ini menggambarkan waktu yang sangat dekat dengan saat sekarang, atau sesuatu yang telah dilakukan sesaat sebelumnya.

Contoh kalimat:

  • Aku lagi teka saka pasar.” (Saya baru saja datang dari pasar.)
  • “Dheweke lagi mangan.” (Dia baru saja makan.)

Penggunaan kata “lagi” seperti di atas memperlihatkan bahwa tindakan tersebut telah selesai dilakukan namun waktunya sangat berdekatan dengan waktu berbicara.

Perbedaan Makna “Lagi” dalam Bahasa Jawa dan Indonesia

Salah satu kebingungan yang umum terjadi adalah dalam memahami perbedaan makna kata “lagi” dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Dalam bahasa Indonesia, “lagi” biasanya berarti “sedang” atau “kembali”. Misalnya:

  • “Dia lagi makan” dalam bahasa Indonesia berarti dia sedang makan.

Namun, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dengan menggunakan struktur kalimat yang sama, artinya menjadi:

  • “Dheweke lagi mangan” berarti dia baru saja selesai makan, bukan sedang makan.

Perbedaan ini penting untuk dipahami terutama dalam konteks penerjemahan atau dalam berkomunikasi antara penutur bahasa Jawa dan penutur bahasa Indonesia.

Penggunaan dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata “lagi” dalam bahasa Jawa digunakan dalam berbagai situasi yang menggambarkan aktivitas yang baru saja dilakukan. Berikut beberapa konteks penggunaannya:

1. Aktivitas Harian

Dalam percakapan harian, masyarakat Jawa sering menggunakan “lagi” untuk menjelaskan aktivitas yang baru selesai dilakukan:

  • “Aku lagi ngumbah klambi.” (Saya baru saja mencuci baju.)
  • “Ibuk lagi ngetokke wedang jahe.” (Ibu baru saja membuat wedang jahe.)

2. Kegiatan Sosial

Ketika seseorang ditanya tentang keberadaannya atau aktivitas terakhirnya, kata “lagi” sering menjadi jawaban:

  • “Ngendi kowe saka?” — “Aku lagi saka omahe Simbah.” (Dari mana kamu? — Saya baru saja dari rumah nenek.)

3. Kejadian Mendadak

Dalam situasi yang memerlukan keterangan waktu, terutama yang baru saja terjadi:

  • “Motor ku lagi mogok nang dalan.” (Motor saya baru saja mogok di jalan.)

Nilai Budaya dalam Penggunaan Kata “Lagi”

Bahasa Jawa tidak hanya sarana komunikasi, tetapi juga cerminan nilai budaya. Kata “lagi” mencerminkan kepedulian terhadap waktu dan kronologi peristiwa.

Penutur bahasa Jawa sering kali sangat detail dalam menyampaikan waktu kejadian, dan kata “lagi” membantu memperjelas konteks waktu secara spesifik.

Dalam budaya Jawa yang menghargai kesantunan dan ketepatan, penggunaan kata waktu yang tepat dianggap sebagai bagian dari sikap hormat dan ketepatan berbahasa.

Oleh karena itu, memahami penggunaan kata “lagi” dengan benar menunjukkan penguasaan bahasa yang baik dan penghormatan terhadap lawan bicara.

Peribahasa dan Ungkapan Terkait Kata “Lagi”

Meski tidak banyak peribahasa Jawa yang secara langsung menggunakan kata “lagi”, konsep waktu yang dekat dengan masa kini banyak muncul dalam ungkapan:

  • “Lagi ora ana, wingi wis lunga.” (Baru saja tidak ada, kemarin sudah pergi.) Ungkapan ini menggambarkan perubahan situasi yang cepat.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Kata “Lagi”

Karena pengaruh bahasa Indonesia, tidak sedikit penutur Jawa yang salah dalam menggunakan kata “lagi”. Beberapa kesalahan umum antara lain:

  • Menggunakan “lagi” untuk menggambarkan aktivitas yang sedang berlangsung, padahal artinya dalam bahasa Jawa berbeda.
  • Menerjemahkan langsung dari bahasa Indonesia tanpa mempertimbangkan konteks waktu dalam bahasa Jawa.

Untuk menghindari kesalahan ini, penting bagi pembelajar bahasa Jawa untuk memahami fungsi waktu dan makna kontekstual dari setiap kata.

Relevansi Pemahaman Kata “Lagi” di Era Modern

Dalam komunikasi lintas generasi dan antarbahasa, pemahaman terhadap makna kata lokal seperti “lagi” sangat penting. Apalagi di era digital dan globalisasi, saat terjadinya percampuran bahasa dalam media sosial dan komunikasi daring.

Mengetahui perbedaan makna antara bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dapat menghindarkan kesalahpahaman.

Di sekolah-sekolah yang mengajarkan muatan lokal bahasa Jawa, pembelajaran kata “lagi” menjadi bagian penting dalam kurikulum dasar. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya bisa berbicara dalam bahasa Jawa, tetapi juga memahami nuansa dan nilai budaya di balik kata-kata tersebut.

Dalam bahasa Jawa, arti kata “lagi” adalah “baru saja”, yang menandakan bahwa suatu aktivitas telah dilakukan tidak lama sebelum waktu saat ini. Makna ini berbeda dengan bahasa Indonesia, sehingga perlu perhatian khusus dalam penggunaannya.

Kata “lagi” memiliki nilai praktis sekaligus filosofis dalam budaya Jawa. Ia menunjukkan ketepatan waktu, menghargai kronologi peristiwa, serta mencerminkan kecermatan dalam berbicara.

Dengan memahami dan menggunakan kata ini dengan benar, kita tidak hanya memperkaya kosakata, tetapi juga melestarikan kearifan lokal yang terkandung dalam bahasa Jawa.

Berita Terkait

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa
Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa
Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari
Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya
Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan
Arti Lelara dalam Bahasa Jawa: Penyakit sebagai Simbol Keseimbangan Hidup
Arti Mlebu dalam Bahasa Jawa: Makna Masuk dan Fungsinya dalam Budaya Sehari-hari
Arti Leren dalam Bahasa Jawa: Makna Istirahat dan Nilai Budaya yang Dikandungnya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 July 2025 - 10:09 WIB

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa

Friday, 11 July 2025 - 10:05 WIB

Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa

Friday, 4 July 2025 - 10:27 WIB

Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Friday, 4 July 2025 - 10:25 WIB

Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya

Friday, 4 July 2025 - 10:20 WIB

Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB