Makna dan Penggunaan Kata Kanti dalam Bahasa Jawa: Menelusuri Arti “Hingga” dalam Konteks Budaya

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Tuesday, 6 May 2025 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kawruhbasa.com – Bahasa Jawa sebagai salah satu bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia memiliki ragam kosakata yang tidak hanya unik secara bunyi, tetapi juga kaya akan makna budaya.

Salah satu kata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh penutur bahasa Jawa adalah kata “kanti”. Kata ini kerap muncul dalam percakapan biasa maupun dalam teks sastra dan doa-doa tradisional.

Pengertian Kanti dalam Bahasa Jawa

Arti kanti bahasa Jawa adalah hingga. Kata ini digunakan untuk menunjukkan batas waktu, tempat, atau situasi tertentu.

Dalam penggunaannya, kanti berfungsi untuk menghubungkan dua peristiwa atau keadaan, di mana peristiwa kedua merupakan batas dari peristiwa pertama.

Contoh penggunaan kata kanti antara lain:

  • Aku lunga kanti sore. (Saya pergi hingga sore)
  • Tindakno kanti tekan pasar. (Pergilah hingga sampai pasar)
  • Kanti semangat, dheweke bisa nggayuh sukses. (Dengan semangat, dia bisa meraih kesuksesan)

Dari contoh di atas, terlihat bahwa kata kanti dapat digunakan untuk menyatakan batas waktu (sore), tempat (pasar), maupun kondisi (semangat).

Kanti Sebagai Kata Multifungsi

Meskipun dalam terjemahan langsung kanti bermakna hingga, kata ini sebenarnya memiliki fleksibilitas dalam penerapannya.

Dalam beberapa konteks, kanti juga dapat berarti “dengan” jika dilihat dari struktur kalimat yang menyertainya.

Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Jawa memiliki struktur yang sangat kontekstual, sehingga satu kata bisa bermakna berbeda tergantung pada penggunaannya.

Sebagai ilustrasi:

  • Kanti rasa tresna, dheweke ngrawat anak-anake. (Dengan rasa cinta, dia merawat anak-anaknya)

Pada kalimat ini, kanti tidak lagi sekadar menunjukkan batas, tetapi juga alat atau cara seseorang melakukan suatu tindakan.

Kaitan Kanti dengan Nilai Budaya Jawa

Dalam budaya Jawa, penggunaan kata kanti juga mencerminkan nilai-nilai luhur seperti ketekunan, kesabaran, dan tujuan hidup yang terencana.

Ungkapan seperti “kanti sabar bakal tekan tujuan” (dengan sabar akan sampai pada tujuan) mengajarkan filosofi hidup masyarakat Jawa yang menekankan proses sebagai bagian penting dari pencapaian.

Nilai kebijaksanaan yang tercermin dalam kata kanti tidak lepas dari cara orang Jawa melihat kehidupan. Bahwa segala sesuatu harus dijalani secara bertahap dan tidak terburu-buru.

Oleh karena itu, penggunaan kata ini dalam percakapan seringkali sarat makna dan menjadi bagian dari refleksi hidup yang dalam.

Pemakaian Kanti dalam Sastra dan Pepatah Jawa

Sastra Jawa, baik yang berupa tembang, serat, maupun geguritan, banyak menggunakan kata kanti sebagai pengikat makna dalam kalimat-kalimat puitis.

Kanti dalam konteks ini berperan penting dalam membangun makna narasi maupun simbolisme dari nilai kehidupan yang ditransmisikan melalui karya sastra.

Contoh tembang Jawa yang memuat kata kanti:

“Urip iku kudu dilakoni kanti legawa lan syukur.”

Kalimat ini memiliki makna bahwa hidup harus dijalani dengan kelapangan hati dan rasa syukur. Kata kanti di sini menghubungkan tindakan hidup dengan sikap yang harus dimiliki.

Kanti dalam Pepatah:

  • Kanti tekun, bakal pinanggih kamulyan. (Dengan ketekunan, akan ditemukan kemuliaan)
  • Kanti eling lan waspada, urip bakal selamet. (Dengan sadar dan waspada, hidup akan selamat)

Dua pepatah di atas menunjukkan bahwa kata kanti mengandung pesan moral yang kuat dalam struktur budaya Jawa.

Variasi Dialektik dan Penggunaan Regional

Bahasa Jawa memiliki beberapa dialek seperti dialek ngoko, krama, dan krama inggil. Kata kanti dapat digunakan dalam berbagai tingkat bahasa tersebut, meskipun penggunaannya dalam krama dan krama inggil cenderung lebih halus dan kontekstual.

Dalam dialek ngoko, pemakaian kata kanti relatif lebih lugas. Sementara dalam krama, penggunaannya lebih terikat pada etika berbicara kepada orang yang lebih tua atau dihormati. Hal ini juga memperkaya makna kanti sebagai bagian dari kesopanan dalam berbahasa.

Relevansi Penggunaan Kanti di Era Modern

Meskipun kini generasi muda lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari, penting untuk menjaga dan melestarikan bahasa Jawa beserta kosakata yang menyertainya, termasuk kata kanti.

Penggunaan kata ini dapat tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks komunikasi keluarga, pendidikan, dan kegiatan budaya.

Mengajarkan makna dan penggunaan kanti kepada anak-anak sejak dini dapat membantu mereka memahami nilai-nilai budaya Jawa.

Sekolah-sekolah yang masih mengajarkan muatan lokal bahasa Jawa juga diharapkan dapat memberi penekanan pada pemahaman kata-kata seperti ini yang memiliki kedalaman makna.

Baca juga: Memahami Arti Kanggo dalam Bahasa Jawa dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata kanti dalam bahasa Jawa bukan sekadar penghubung kalimat, tetapi juga penghubung makna antara satu tindakan dengan hasil atau tujuan.

Arti kanti dalam bahasa Jawa adalah hingga, namun penggunaannya jauh lebih luas dan fleksibel. Ia mencerminkan filosofi hidup masyarakat Jawa yang menekankan proses, kebersamaan, dan tujuan hidup yang bermakna.

Melalui pemahaman terhadap kata kanti, kita tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memahami kebudayaan yang terkandung di dalamnya.

Sebuah pelajaran kecil dari satu kata yang bisa menjadi pintu masuk untuk memahami kebijaksanaan Jawa secara lebih dalam.

Berita Terkait

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa
Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa
Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari
Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya
Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan
Arti Lelara dalam Bahasa Jawa: Penyakit sebagai Simbol Keseimbangan Hidup
Arti Mlebu dalam Bahasa Jawa: Makna Masuk dan Fungsinya dalam Budaya Sehari-hari
Arti Leren dalam Bahasa Jawa: Makna Istirahat dan Nilai Budaya yang Dikandungnya
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 July 2025 - 10:09 WIB

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa

Friday, 11 July 2025 - 10:05 WIB

Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa

Friday, 4 July 2025 - 10:27 WIB

Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Friday, 4 July 2025 - 10:25 WIB

Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya

Friday, 4 July 2025 - 10:20 WIB

Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB