Arti Kurang dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Tidak Cukup

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Tuesday, 24 June 2025 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kawruhbasa.com – Bahasa Jawa tidak hanya kaya akan ragam kosakata, tetapi juga memiliki kedalaman makna dalam setiap kata yang digunakan.

Salah satu kata sederhana namun sarat makna adalah “kurang.” Dalam pemahaman umum, arti kurang dalam bahasa Jawa adalah kurang atau tidak cukup. Namun, kata ini memiliki lapisan makna yang lebih luas tergantung pada konteks dan situasi penggunaannya.

Makna Dasar Kurang dalam Bahasa Jawa

Secara literal, “kurang” dalam bahasa Jawa maupun Indonesia berarti belum mencapai jumlah atau kualitas yang diinginkan.

Kata ini sering digunakan untuk menyatakan kekurangan dalam hal jumlah, mutu, atau kemampuan. Dalam percakapan sehari-hari, kata ini umum dipakai dan mudah dikenali maknanya:

  • “Kurange banyu, masakane dadi asin.” (Kurangnya air, masakannya jadi asin.)
  • “Kurang turu nggawe awak kroso loyo.” (Kurang tidur membuat badan terasa lemas.)

Dimensi Sosial dalam Penggunaan Kata Kurang

Dalam budaya Jawa, kata “kurang” tidak sekadar menggambarkan angka atau kondisi, melainkan juga menyentuh aspek moral dan hubungan sosial.

1. Kurang Ajar: Ungkapan Etika

Istilah “kurang ajar” bukan sekadar makian, melainkan penilaian terhadap sikap yang tidak menghormati norma. Dalam masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi sopan santun, kata ini mengandung kecaman terhadap perilaku yang melampaui batas etika.

  • “Bocah kuwi kurang ajar, ora ngajeni wong tuwa.” (Anak itu kurang ajar, tidak menghormati orang tua.)

2. Kurang Tegas: Penilaian Kepemimpinan

Ungkapan ini digunakan untuk menilai seseorang yang tidak memiliki ketegasan dalam mengambil keputusan. Ini menunjukkan bahwa kata kurang juga mencerminkan evaluasi terhadap karakter individu.

  • “Pemimpine kurang tegas, dadi rakyat bingung arahe.” (Pemimpinnya kurang tegas, jadi rakyat bingung arahnya.)

3. Kurang Pikiran: Konotasi Rendahnya Kualitas Nalar

Digunakan untuk menilai kurangnya pemikiran matang atau kurang bijaksana dalam bertindak.

  • “Yen mung grusa-grusu, wong bisa diarani kurang pikiran.” (Kalau hanya terburu-buru, orang bisa disebut kurang pikiran.)

Penggunaan dalam Pepatah dan Ungkapan Jawa

Bahasa Jawa memiliki banyak ungkapan yang mengandung kata “kurang” untuk menyampaikan pesan moral dan sosial. Beberapa di antaranya:

  • “Wong sing kurang elmu gampang kesasar.” (Orang yang kurang ilmu mudah tersesat.)
  • “Kurang gaul ora nduwe kanca akeh.” (Kurang bergaul tidak punya banyak teman.)
  • “Kurang sabar, kabeh bisa rusak.” (Kurang sabar, semuanya bisa rusak.)

Ungkapan-ungkapan tersebut menunjukkan bahwa kata “kurang” dapat merefleksikan berbagai kekurangan dalam aspek hidup manusia, baik dari segi pengetahuan, sosial, maupun spiritual.

Kurang dalam Perspektif Pendidikan dan Pengajaran

Dalam dunia pendidikan, kata “kurang” sering digunakan sebagai bagian dari evaluasi. Namun dalam konteks budaya Jawa, istilah ini juga mengandung makna motivatif dan pembelajaran.

1. Kurang Belajar: Ajakan untuk Lebih Giat

Guru sering menggunakan istilah ini sebagai bentuk dorongan, bukan semata-mata teguran.

  • “Nilaine kurang apik, ayo luwih giat sinau.” (Nilainya kurang bagus, ayo lebih giat belajar.)

2. Kurang Hormat: Nilai Etika dalam Proses Belajar

Tidak hanya aspek kognitif, dalam budaya Jawa proses belajar juga menekankan aspek afektif seperti rasa hormat kepada guru.

  • “Santri sing kurang hormat, bakal ora berkah ilmuné.” (Santri yang kurang hormat, ilmunya tidak akan berkah.)

Kurang dalam Konteks Spiritualitas

Dalam tradisi Jawa yang masih kental dengan nilai spiritual, kata “kurang” bisa digunakan untuk menilai kekurangan dalam hubungan manusia dengan Tuhan.

  • “Kurang sembahyang, uripe dadi ora ayem.” (Kurang beribadah, hidupnya jadi tidak tenteram.)
  • “Wong sing kurang syukur, gampang sambat.” (Orang yang kurang bersyukur, mudah mengeluh.)

Kata ini menjadi cerminan dari kebutuhan manusia untuk terus memperbaiki diri dan menjaga keseimbangan batin.

Dimensi Filosofis dari Kata Kurang

Filosofi Jawa banyak mengajarkan bahwa hidup itu penuh keterbatasan. Dengan menyadari bahwa diri kita selalu dalam keadaan kurang, maka manusia terdorong untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan tidak merasa sombong.

  • “Ngerti kurang, iku tandha wong bijak.” (Menyadari kekurangan, itu tanda orang bijaksana.)

Kesadaran atas kekurangan bukanlah kelemahan, tetapi pintu menuju kesempurnaan moral dan spiritual.

Arti kurang dalam bahasa Jawa memang secara harfiah berarti tidak cukup. Namun lebih dari itu, kata ini mencerminkan berbagai aspek dalam kehidupan sosial, etika, pendidikan, hingga spiritual.

Pemahaman yang tepat terhadap makna kata “kurang” akan membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang budaya Jawa itu sendiri.

Dengan memahami makna kontekstual dan filosofi di balik kata sederhana seperti “kurang,” kita bisa belajar menghargai nilai-nilai luhur dalam komunikasi dan kehidupan bermasyarakat.

Kata ini mengajarkan bahwa menyadari kekurangan bukanlah kelemahan, melainkan awal dari perbaikan dan pertumbuhan pribadi.

Berita Terkait

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa
Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa
Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari
Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya
Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan
Arti Lelara dalam Bahasa Jawa: Penyakit sebagai Simbol Keseimbangan Hidup
Arti Mlebu dalam Bahasa Jawa: Makna Masuk dan Fungsinya dalam Budaya Sehari-hari
Arti Leren dalam Bahasa Jawa: Makna Istirahat dan Nilai Budaya yang Dikandungnya
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 July 2025 - 10:09 WIB

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa

Friday, 11 July 2025 - 10:05 WIB

Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa

Friday, 4 July 2025 - 10:27 WIB

Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Friday, 4 July 2025 - 10:25 WIB

Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya

Friday, 4 July 2025 - 10:20 WIB

Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB