Mengenal Arti Kentekan dalam Bahasa Jawa: Makna, Penggunaan, dan Konteks Budaya

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Sunday, 1 June 2025 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kawruhbasa.com – Masyarakat Jawa memiliki kekayaan bahasa yang sangat luas dan sarat akan makna filosofis. Setiap kata dalam bahasa Jawa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, namun juga menyimpan nilai budaya, etika, dan bahkan refleksi dari cara hidup masyarakatnya.

Salah satu kata yang cukup sering digunakan, tetapi tidak semua orang luar Jawa memahaminya secara tepat, adalah kentekan.

Makna Dasar Kentekan

Arti kentekan dalam bahasa Jawa adalah kehabisan. Kata ini digunakan untuk menggambarkan situasi ketika sesuatu sudah tidak tersisa atau telah digunakan habis, baik itu berupa benda, tenaga, waktu, maupun kondisi emosional.

Meskipun maknanya terlihat sederhana, kata ini memiliki cakupan pemakaian yang cukup luas dan beragam tergantung konteks kalimatnya.

Contoh Penggunaan Kentekan dalam Percakapan

Penggunaan kata kentekan dalam bahasa Jawa sangat fleksibel. Berikut ini beberapa contoh kalimat yang biasa dijumpai dalam percakapan sehari-hari:

  • Aku kentekan dhuwit nalika nang pasar. (Saya kehabisan uang saat di pasar.)
  • Dheweke kentekan wektu kanggo nggarap tugas. (Dia kehabisan waktu untuk mengerjakan tugas.)
  • Wong tuwa iku kentekan kesabaran ngadhepi anak e. (Orang tua itu kehabisan kesabaran menghadapi anaknya.)

Dari contoh-contoh di atas, dapat terlihat bahwa kentekan bisa diterapkan pada berbagai objek yang habis: uang, waktu, hingga kesabaran.

Variasi Konteks dalam Penggunaan Kentekan

Bahasa Jawa dikenal dengan tingkat tutur atau unggah-ungguh basa yang berbeda tergantung lawan bicara.

Dalam penggunaan kata kentekan, tidak banyak variasi tingkatan tutur karena kata ini termasuk dalam bahasa sehari-hari atau ngoko lugu.

Namun, dalam situasi resmi atau berbicara dengan orang yang lebih tua, sering kali kata tersebut diganti dengan istilah yang lebih halus atau dibungkus dengan kalimat yang sopan.

Selain itu, kata kentekan bisa muncul dalam berbagai ekspresi idiomatik, seperti:

  • Kentekan akal: kehilangan akal atau sudah tidak tahu harus berbuat apa
  • Kentekan semangat: kehabisan semangat atau motivasi
  • Kentekan rasa: kehilangan perasaan atau tidak lagi merasakan sesuatu

Makna Emosional dan Psikologis

Menariknya, kata kentekan tidak hanya merujuk pada hal-hal yang bersifat fisik. Ia juga bisa digunakan untuk menggambarkan kondisi emosional atau psikologis seseorang. Misalnya:

  • Kentekan sabar: kehabisan kesabaran
  • Kentekan percaya: kehilangan rasa percaya

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa menggunakan kata tersebut untuk mengekspresikan nuansa emosi dengan cara yang halus dan tetap santun.

Penggunaan kata kentekan dalam konteks emosi biasanya menunjukkan adanya beban mental atau tekanan dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai Budaya dalam Istilah Kentekan

Dalam budaya Jawa, kehati-hatian dalam bertindak dan berbicara merupakan bagian dari ajaran utama. Oleh karena itu, penggunaan kata kentekan juga dapat mencerminkan peringatan tidak langsung agar seseorang tidak boros, tidak sembrono, atau tidak cepat kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Dengan kata lain, kentekan bukan hanya sekadar kehabisan, tetapi juga pengingat untuk menjaga keseimbangan.

Sebagai contoh, seseorang yang sering kentekan dhuwit mungkin dianggap tidak pandai mengatur keuangan. Sementara orang yang kentekan kesabaran dianggap tidak mampu mengendalikan emosinya, sesuatu yang sangat diperhatikan dalam tata krama Jawa.

Kesantunan dalam Mengungkapkan Kentekan

Masyarakat Jawa sangat menjaga cara mereka menyampaikan sesuatu agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Oleh karena itu, meskipun seseorang sedang mengalami situasi kentekan, cara penyampaiannya bisa dibuat lebih sopan atau tersamar. Misalnya:

  • Nanging saiki dhuwitku mung kari sethithik. (Sekarang uangku hanya tinggal sedikit.)

Kalimat tersebut sebenarnya bisa berarti kehabisan uang, namun diungkapkan dengan cara yang lebih halus daripada mengatakan langsung kentekan dhuwit.

Baca juga: Makna dan Penggunaan Kata Kendheken dalam Bahasa Jawa

Arti kentekan dalam bahasa Jawa adalah kehabisan, namun maknanya meluas tidak hanya pada benda fisik, tetapi juga pada aspek emosional dan psikologis seseorang.

Kata ini umum digunakan dalam berbagai konteks kehidupan masyarakat Jawa dan menyimpan filosofi yang mencerminkan nilai-nilai budaya seperti pengendalian diri, kehati-hatian, dan kesantunan.

Dengan memahami penggunaan kata kentekan, kita tidak hanya memperkaya kosakata dalam berbahasa Jawa, tetapi juga mengenal lebih dalam cara berpikir dan etika yang hidup dalam masyarakat Jawa. Pemahaman ini sangat penting bagi siapa saja yang ingin mempelajari atau sekadar mengenal budaya Jawa lebih dekat melalui bahasanya.

Berita Terkait

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa
Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa
Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari
Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya
Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan
Arti Lelara dalam Bahasa Jawa: Penyakit sebagai Simbol Keseimbangan Hidup
Arti Mlebu dalam Bahasa Jawa: Makna Masuk dan Fungsinya dalam Budaya Sehari-hari
Arti Leren dalam Bahasa Jawa: Makna Istirahat dan Nilai Budaya yang Dikandungnya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 July 2025 - 10:09 WIB

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa

Friday, 11 July 2025 - 10:05 WIB

Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa

Friday, 4 July 2025 - 10:27 WIB

Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Friday, 4 July 2025 - 10:25 WIB

Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya

Friday, 4 July 2025 - 10:20 WIB

Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB