Arti Kelalen Bahasa Jawa Adalah Terlupa: Penjelasan Lengkap dan Contoh Penggunaan

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Tuesday, 27 May 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kawruhbasa.com – Bahasa Jawa sebagai salah satu bahasa daerah terbesar di Indonesia memiliki kekayaan kosakata yang begitu luas. Salah satu kosakata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari adalah kelalen.

Dalam konteks bahasa Indonesia, kelalen dapat diartikan sebagai “terlupa”. Namun, makna kata ini tidak hanya sebatas itu saja.

Artikel ini akan membahas secara lengkap arti kelalen dalam bahasa Jawa, penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Arti Kelalen dalam Bahasa Jawa

Secara harfiah, kata kelalen dalam bahasa Jawa berasal dari bentuk dasar lali yang berarti lupa. Penambahan awalan ke- dan akhiran -an membentuk kata kerja pasif atau mengalami, sehingga kelalen berarti “terlupa” atau “lupa terhadap sesuatu”.

Contoh dalam kalimat:

  • Aku kelalen nggawa buku pelajaran.
    (Saya terlupa membawa buku pelajaran.)

Dalam contoh tersebut, kata kelalen menjelaskan bahwa seseorang mengalami kondisi lupa terhadap suatu hal.

Perbedaan Antara Lali dan Kelalen

Meskipun lali dan kelalen sama-sama memiliki arti “lupa”, terdapat perbedaan dalam nuansa dan penggunaannya:

  • Lali lebih bersifat aktif dan digunakan untuk menyatakan kondisi lupa secara umum.
    Contoh: Aku lali tanggalé ulangan. (Saya lupa tanggal ujian.)
  • Kelalen menunjukkan kondisi pasif, yaitu terlupa terhadap sesuatu yang seharusnya diingat atau dilakukan.
    Contoh: Dheweke kelalen nutup lawangé. (Dia terlupa menutup pintunya.)

Dengan demikian, kelalen lebih menekankan pada akibat dari kelupaan, sedangkan lali cenderung menyatakan keadaan.

Ragam Ungkapan dan Sinonim dalam Bahasa Jawa

Dalam percakapan masyarakat Jawa, terdapat beberapa sinonim atau variasi ungkapan dari kata kelalen, tergantung dari ragam bahasa dan tingkat kesopanannya:

  1. Lali – bentuk dasar yang netral.
  2. Kelalen – bentuk pasif yang menunjukkan seseorang mengalami kelupaan.
  3. Kelimputan – bentuk lain yang dapat diartikan sebagai lupa atau bingung karena terlalu banyak pikiran.
  4. Ora kelingan – secara harfiah berarti “tidak teringat”, yang juga menunjukkan lupa.
  5. Kesrakat – kata kiasan yang berarti sangat lupa atau kelupaan karena terburu-buru.

Penggunaan bentuk-bentuk tersebut tergantung pada konteks pembicaraan, siapa yang diajak bicara, serta situasi yang dihadapi.

Penggunaan Kelalen dalam Berbagai Ragam Bahasa Jawa

Bahasa Jawa memiliki tiga tingkat unggah-ungguh basa, yaitu ngoko, madya, dan krama. Dalam hal ini, kata kelalen termasuk dalam ragam ngoko. Untuk konteks formal atau berbicara dengan orang yang dihormati, diperlukan padanan dalam krama.

Berikut perbandingan penggunaannya:

Ragam BahasaKata “Lupa”Contoh Kalimat
NgokoKelalenAku kelalen nggawa dompet.
MadyaKacilakan laliKula kacilakan lali njupuk buku.
KramaKesupenKula kesupen ngasta suraté.

Dengan memahami perbedaan tersebut, penutur bahasa Jawa dapat menyesuaikan penggunaan kata sesuai norma sopan santun dalam berbahasa.

Konteks Budaya dalam Penggunaan Kata Kelalen

Masyarakat Jawa dikenal sebagai kelompok etnis yang sangat menghargai kesopanan dan kehati-hatian dalam berbicara.

Lupa atau kelalen bukan sekadar kekeliruan kecil, tetapi dapat dianggap sebagai bentuk kurangnya perhatian terhadap kewajiban sosial atau adat.

Misalnya, seseorang yang kelalen datang pada acara keluarga bisa dianggap tidak menghormati hubungan kekerabatan, meskipun alasannya bisa dimaklumi. Oleh karena itu, ketika menggunakan kata kelalen, penutur sering menambahkan permintaan maaf:

  • Maaf, aku kelalen ora teka wingi.
    (Maaf, saya terlupa tidak datang kemarin.)

Dalam konteks seperti ini, kelalen bukan hanya berarti lupa secara mental, tetapi juga menunjukkan adanya tanggung jawab sosial yang terlewat.

Contoh Penggunaan Kelalen dalam Kehidupan Sehari-hari

Agar pemahaman semakin mendalam, berikut beberapa contoh penggunaan kata kelalen dalam berbagai situasi:

  1. Di sekolah:
    Siswa kelalen ngerjakaké PR, mula diukum guru.
    (Siswa terlupa mengerjakan PR, sehingga dihukum guru.)
  2. Di rumah:
    Ibuk kelalen mateni kompor gas.
    (Ibu terlupa mematikan kompor gas.)
  3. Dalam percakapan antar teman:
    Wingi aku kelalen mbales pesenmu, sorry ya.
    (Kemarin saya terlupa membalas pesanmu, maaf ya.)
  4. Dalam lingkungan kerja:
    Pegawai kelalen ngumpulake laporan tepat waktu.
    (Pegawai terlupa mengumpulkan laporan tepat waktu.)

Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa kelalen dapat digunakan secara fleksibel dalam berbagai konteks.

Baca juga: Makna dan Penggunaan “Kelakon” dalam Bahasa Jawa: Arti, Contoh, dan Penjelasannya

Kata kelalen dalam bahasa Jawa memiliki arti yang spesifik sebagai bentuk pasif dari kata lali, yaitu “terlupa”.

Dalam penggunaannya, kelalen menggambarkan kondisi seseorang yang tidak sengaja melupakan sesuatu, baik dalam bentuk tindakan, perkataan, maupun kewajiban sosial.

Pemahaman akan kata ini tidak hanya penting secara linguistik, tetapi juga menunjukkan kepekaan terhadap budaya tutur masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi sopan santun dan tanggung jawab sosial.

Dengan mengenali konteks, ragam bahasa, dan budaya, kita dapat menggunakan kata kelalen secara tepat dan bijak.

Berita Terkait

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa
Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa
Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari
Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya
Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan
Arti Lelara dalam Bahasa Jawa: Penyakit sebagai Simbol Keseimbangan Hidup
Arti Mlebu dalam Bahasa Jawa: Makna Masuk dan Fungsinya dalam Budaya Sehari-hari
Arti Leren dalam Bahasa Jawa: Makna Istirahat dan Nilai Budaya yang Dikandungnya
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 July 2025 - 10:09 WIB

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa

Friday, 11 July 2025 - 10:05 WIB

Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa

Friday, 4 July 2025 - 10:27 WIB

Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Friday, 4 July 2025 - 10:25 WIB

Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya

Friday, 4 July 2025 - 10:20 WIB

Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB