Arti Ngedoh dalam Bahasa Jawa

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Thursday, 27 February 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kawruhbasa.com – Bahasa Jawa memiliki kekayaan kosakata yang mencerminkan nilai budaya dan kearifan lokal. Salah satu kata yang menarik untuk dibahas adalah “ngedoh“. Kata ini memiliki makna unik dan digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari percakapan sehari-hari hingga filosofi hidup. Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang arti, makna kiasan, penggunaan, serta relevansi kata “ngedoh” dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Apa Itu Ngedoh?

Secara harfiah, ngedoh dalam bahasa Jawa berarti “menjauh” atau “menghindar.” Kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan seseorang yang berusaha menjaga jarak, baik secara fisik maupun emosional. Namun, di balik arti harfiahnya, “ngedoh” mengandung makna kiasan yang mencerminkan sikap, prinsip hidup, dan filosofi yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa.

Makna Kiasan Ngedoh dalam Bahasa Jawa

Selain makna literal, “ngedoh” juga memiliki makna kiasan yang sering digunakan untuk menggambarkan perilaku atau sikap seseorang dalam berbagai situasi.

1. Ngedoh dari Perilaku Negatif

Dalam masyarakat Jawa, seseorang yang berusaha ngedoh dari perilaku negatif seperti iri hati, dengki, dan kebohongan dianggap sebagai individu yang bijaksana. Sikap ini mencerminkan usaha untuk menjaga diri dari pengaruh buruk yang dapat merusak hubungan sosial dan moralitas.

2. Ngedoh untuk Mencapai Ketentraman Batin

Sikap menjauh dari hiruk-pikuk duniawi sering kali dihubungkan dengan pencarian ketenangan batin. Ngedoh di sini bukan sekadar menjauh secara fisik, tetapi juga menghindari keterikatan emosional yang dapat mengganggu kedamaian diri. Dalam konteks ini, ngedoh adalah bentuk introspeksi dan upaya mencapai harmoni dalam kehidupan.

3. Ngedoh sebagai Bentuk Perlindungan Diri

Sering kali, “ngedoh” digunakan untuk menggambarkan upaya seseorang melindungi diri dari situasi yang berisiko atau merugikan. Contohnya, menjauh dari lingkungan yang penuh konflik demi menjaga kesehatan mental dan emosional.

Penggunaan Kata Ngedoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata “ngedoh” banyak ditemukan dalam ungkapan dan peribahasa Jawa yang sarat makna. Beberapa contoh di antaranya:

1. “Aja cedhak karo geni, luwih becik ngedoh.”

Artinya: Jangan dekat-dekat dengan api, lebih baik menjauh. Ungkapan ini mengajarkan kita untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan diri sendiri.

2. “Wong pinter bakal ngedoh saka tumindak ala.”

Artinya: Orang yang bijaksana akan menjauh dari perbuatan buruk. Pesan moral dari ungkapan ini adalah pentingnya menjaga integritas dan moralitas dalam bertindak.

3. “Ngedoh saka pitungkul, nyedhaki kasantosan.”

Artinya: Menjauh dari kesulitan, mendekati ketenangan. Filosofi ini menekankan pentingnya memilih jalan hidup yang membawa ketentraman dan kebahagiaan.

Ngedoh dalam Budaya Jawa

Konsep ngedoh memiliki peran penting dalam budaya Jawa, terutama dalam konteks hubungan sosial. Masyarakat Jawa mengutamakan rukun atau keharmonisan, dan salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan ngedoh dari konflik dan permusuhan.

Dalam berbagai upacara adat, sikap “ngedoh” juga tercermin dalam tata krama dan perilaku sopan santun. Misalnya, dalam acara pernikahan, tamu diharapkan untuk menjaga sikap dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu kelancaran acara.

Selain itu, dalam ajaran Jawa kuno, “ngedoh” sering dikaitkan dengan konsep elok dan tanggap ing sasmita, yaitu kemampuan membaca situasi dan menempatkan diri dengan tepat. Sikap ini mengajarkan kita untuk tahu kapan harus mendekat dan kapan harus menjauh demi menjaga keseimbangan hubungan antarindividu.

Ngedoh dalam Perspektif Modern

Di era modern, makna ngedoh tetap relevan, terutama dalam konteks menjaga kesehatan mental. Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, sikap ngedoh dari hal-hal yang merugikan, seperti hubungan toksik atau lingkungan kerja yang tidak sehat, menjadi langkah bijaksana.

Selain itu, ngedoh juga penting dalam penggunaan media sosial. Menjaga jarak dari konten negatif atau diskusi yang tidak produktif dapat membantu menjaga kestabilan emosi dan pikiran.

Baca juga: Arti Ewuh dalam Bahasa Jawa

Kata ngedoh dalam bahasa Jawa memiliki makna yang kaya dan beragam. Tidak hanya merujuk pada tindakan menjauh secara fisik, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup yang mengutamakan ketenangan, keharmonisan, dan perlindungan diri. Dalam budaya Jawa, sikap ngedoh dipandang sebagai bentuk kebijaksanaan dan kecerdasan sosial.

Dengan memahami makna ngedoh, kita dapat lebih bijak dalam menjalani kehidupan sehari-hari, memilih lingkungan yang sehat, dan menjaga hubungan sosial yang harmonis. Oleh karena itu, sikap ngedoh tetap relevan dan penting diterapkan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman modern.

Berita Terkait

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa
Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa
Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari
Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya
Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan
Arti Lelara dalam Bahasa Jawa: Penyakit sebagai Simbol Keseimbangan Hidup
Arti Mlebu dalam Bahasa Jawa: Makna Masuk dan Fungsinya dalam Budaya Sehari-hari
Arti Leren dalam Bahasa Jawa: Makna Istirahat dan Nilai Budaya yang Dikandungnya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 July 2025 - 10:09 WIB

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa

Friday, 11 July 2025 - 10:05 WIB

Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa

Friday, 4 July 2025 - 10:27 WIB

Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Friday, 4 July 2025 - 10:25 WIB

Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya

Friday, 4 July 2025 - 10:20 WIB

Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB