Arti Laki dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Suami dalam Budaya Jawa

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Saturday, 28 June 2025 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kawruhbasa.com – Bahasa Jawa memiliki kekayaan leksikal yang mencerminkan pandangan hidup masyarakatnya. Salah satu kosakata yang mencerminkan struktur sosial dan hubungan dalam keluarga adalah “laki”. Dalam bahasa Jawa, arti laki adalah suami.

Meskipun tampak sederhana, kata ini menyimpan berbagai makna yang lebih dalam ketika ditinjau dari sudut pandang budaya dan sosial.

Pengertian “Laki” dalam Bahasa Jawa

Secara terminologi, “laki” merujuk pada pria dewasa yang telah menikah atau suami dari seorang istri. Kata ini digunakan dalam konteks kekeluargaan dan sering muncul dalam percakapan sehari-hari di lingkungan masyarakat Jawa.

Contoh kalimat:

  • “Iki laki ku, jenenge Pak Joko.” (Ini suamiku, namanya Pak Joko.)
  • “Laki-ne Bu Tini makarya nang pabrik.” (Suaminya Bu Tini bekerja di pabrik.)

Peran Laki dalam Struktur Sosial Jawa

Dalam budaya Jawa, posisi laki sebagai kepala keluarga memegang peran penting dalam menentukan arah rumah tangga. Ia dianggap sebagai pelindung, pengambil keputusan, dan juga sebagai sosok yang bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarga.

Laki sebagai Pamimpin Keluarga

Laki diharapkan mampu memimpin rumah tangga dengan bijak. Ia menjadi tempat bertanya, tempat bergantung, dan sekaligus figur yang memberi teladan dalam kehidupan keluarga. Dalam sistem patrilineal masyarakat Jawa tradisional, laki juga menjadi pewaris nama keluarga.

Kewajiban dan Tanggung Jawab Laki

Selain sebagai pemimpin, laki memiliki kewajiban untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan dasar istri serta anak-anaknya. Tanggung jawab ini bukan hanya bersifat ekonomi, tetapi juga moral dan spiritual. Dalam berbagai pitutur luhur (nasihat bijak), laki diajarkan untuk bertindak adil, sabar, dan penuh tanggung jawab.

Filosofi Kata “Laki” dalam Kehidupan Jawa

Kata “laki” tidak hanya dipahami sebagai suami secara biologis, tetapi juga menyiratkan identitas dan tanggung jawab sosial yang luas.

Lambang Keteguhan dan Kekuatan

Secara simbolis, laki dipersepsikan sebagai tiang penyangga rumah tangga. Ia harus teguh dalam prinsip, kuat dalam menghadapi tantangan, dan konsisten dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Laki dan Konsep Machoisme dalam Budaya Jawa

Berbeda dengan konsep maskulinitas modern yang terkadang berlebihan, budaya Jawa memandang laki sebagai pribadi yang tenang, pengayom, dan tidak mudah tersulut emosi. Karakter seperti sabar, tepo seliro (tenggang rasa), dan andhap asor (rendah hati) adalah kualitas ideal seorang laki.

Ungkapan dan Peribahasa Terkait Kata “Laki”

Bahasa Jawa kaya dengan peribahasa yang menggunakan kata “laki” untuk menyampaikan pesan moral:

  • “Laki sejati iku sing bisa ngayomi lan nuntun keluargane.” (Suami sejati adalah yang mampu melindungi dan membimbing keluarganya.)
  • “Dadi laki kuwi ora mung wani, nanging kudu wani tanggung jawab.” (Menjadi suami itu bukan hanya soal keberanian, tetapi juga keberanian dalam bertanggung jawab.)

Penggunaan Kata “Laki” dalam Konteks Sehari-hari

Dalam komunikasi masyarakat Jawa, kata “laki” sangat umum digunakan dalam berbagai situasi:

1. Dalam Acara Keluarga

Misalnya saat acara mantu (pernikahan), sering terdengar kalimat:

  • “Laki-ne sopo sing dadi pangantar manten?” (Siapa suami yang menjadi pengantar pengantin?)

2. Dalam Obrolan Informal

  • “Wingi ketemu karo laki-ne Bu Darmi nang pasar.” (Kemarin bertemu dengan suaminya Bu Darmi di pasar.)

3. Dalam Penulisan Sastra dan Cerita Rakyat

Cerita rakyat Jawa sering menggambarkan karakter laki sebagai tokoh utama yang memperjuangkan nilai-nilai keluarga dan kebajikan.

Perbedaan Penggunaan “Laki” dan Sinonimnya

Bahasa Jawa juga memiliki beberapa sinonim untuk menyebut suami, seperti “bojo lanang” atau “garwa lanang”. Namun, kata “laki” lebih informal dan umum digunakan di berbagai kalangan masyarakat. Sedangkan “garwa” lebih sering dipakai dalam situasi yang lebih formal atau sastra.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Kata “Laki”

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan kata ini antara lain:

  • Menyebut “laki” untuk pria yang belum menikah, padahal dalam bahasa Jawa, istilah ini khusus untuk suami.
  • Mengartikan “laki” secara literal tanpa memahami konteks sosial dan budaya di baliknya.

Relevansi Pemahaman Kata “Laki” di Era Modern

Di era modern, peran laki mengalami transformasi. Meskipun tetap sebagai kepala keluarga, laki juga dituntut untuk terlibat aktif dalam pengasuhan anak dan pekerjaan rumah tangga.

Kesetaraan gender mulai mendapat perhatian, namun nilai-nilai tradisional tentang tanggung jawab laki sebagai pemimpin tetap dipertahankan dalam masyarakat Jawa.

Pemahaman kata “laki” tidak hanya penting dalam pembelajaran bahasa, tetapi juga dalam memahami struktur sosial masyarakat Jawa. Pelajaran muatan lokal bahasa Jawa di sekolah-sekolah turut memperkenalkan kata ini sebagai bagian dari pengenalan struktur keluarga.

Arti laki dalam bahasa Jawa adalah suami, namun maknanya lebih luas dari sekadar pasangan istri. Kata ini mencerminkan nilai-nilai tanggung jawab, kepemimpinan, dan peran sosial yang penting dalam keluarga dan masyarakat.

Penggunaan kata “laki” tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup orang Jawa yang menjunjung tinggi keseimbangan, keharmonisan, dan tanggung jawab dalam kehidupan berumah tangga.

Dengan memahami kata ini secara mendalam, kita turut menjaga dan melestarikan warisan budaya Jawa yang sangat kaya dan penuh nilai-nilai luhur.

Berita Terkait

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa
Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa
Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari
Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya
Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan
Arti Lelara dalam Bahasa Jawa: Penyakit sebagai Simbol Keseimbangan Hidup
Arti Mlebu dalam Bahasa Jawa: Makna Masuk dan Fungsinya dalam Budaya Sehari-hari
Arti Leren dalam Bahasa Jawa: Makna Istirahat dan Nilai Budaya yang Dikandungnya
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 July 2025 - 10:09 WIB

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa

Friday, 11 July 2025 - 10:05 WIB

Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa

Friday, 4 July 2025 - 10:27 WIB

Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Friday, 4 July 2025 - 10:25 WIB

Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya

Friday, 4 July 2025 - 10:20 WIB

Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB