Arti Isor dalam Bahasa Jawa dan Maknanya dalam Kehidupan Sehari-hari

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Wednesday, 9 April 2025 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kawruhbasa.com – Bahasa Jawa memiliki kekayaan kosakata yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sarat makna dan nilai-nilai budaya. Salah satu kata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari adalah isor. Arti isor dalam bahasa Jawa adalah bawah. Meskipun terdengar sederhana, kata ini memiliki penggunaan yang luas dan makna yang mendalam dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa.

Isor digunakan untuk menunjukkan posisi atau letak suatu benda atau hal yang berada di bagian bawah dari sesuatu. Selain sebagai penunjuk lokasi secara fisik, kata ini juga memiliki makna simbolik yang menggambarkan kerendahan hati, ketundukan, dan posisi sosial dalam struktur masyarakat tradisional Jawa.

Penggunaan kata isor sangat umum, baik dalam kalimat lisan maupun tulisan. Kata ini digunakan oleh semua kalangan usia dan tetap relevan di berbagai konteks, baik formal maupun informal. Contoh penggunaan yang sering dijumpai antara lain:

  • Sandalmu ana ing isor meja. (Sandalmu ada di bawah meja.)
  • Kucing iku ndhelik ing isor kursi. (Kucing itu bersembunyi di bawah kursi.)

Penggunaan kata isor tidak hanya sebatas pada penunjukan lokasi. Dalam konteks budaya, masyarakat Jawa sangat menjunjung tinggi nilai kesopanan dan hierarki sosial. Oleh karena itu, kata isor juga digunakan untuk menyampaikan sikap merendah, tunduk, atau hormat kepada orang lain yang dianggap lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya.

Dalam beberapa ungkapan atau pepatah Jawa, kata isor digunakan sebagai simbol kerendahan hati. Masyarakat Jawa percaya bahwa menjadi rendah hati bukan berarti lemah, melainkan menunjukkan kekuatan batin dan kebijaksanaan. Sikap isor-atine atau rendah hati adalah salah satu nilai luhur yang diajarkan sejak kecil.

Contoh ungkapan yang menggunakan kata isor adalah:

  • Wong sing isor atine bakal diunggahake. (Orang yang rendah hati akan ditinggikan.)
  • Aja seneng nginjak sing isor. (Jangan suka merendahkan yang di bawah.)

Makna filosofis dari kata isor juga bisa ditemukan dalam ajaran-ajaran kejawen atau spiritualitas Jawa. Dalam tradisi ini, posisi bawah sering dikaitkan dengan unsur bumi yang melambangkan kestabilan, kesuburan, dan kekuatan. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki sikap isor dianggap memiliki kedekatan dengan nilai-nilai spiritual yang dalam.

Selain digunakan dalam percakapan sehari-hari dan konteks budaya, kata isor juga banyak ditemukan dalam karya sastra Jawa, seperti tembang, serat, dan cerita rakyat. Dalam karya-karya ini, isor sering menjadi simbol dari perjuangan, kerendahan hati, dan perjalanan menuju kebijaksanaan.

Contoh dalam sastra Jawa:

  • Ing sajroning laku prihatin, wong kudu tansah andhap asor lan eling marang isor. (Dalam menjalani kehidupan prihatin, seseorang harus selalu rendah hati dan ingat akan posisi bawah.)

Dari berbagai penggunaan dan makna tersebut, dapat disimpulkan bahwa kata isor memiliki peran penting dalam memperkaya bahasa dan budaya Jawa. Kata ini tidak hanya menunjukkan lokasi fisik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan spiritual yang dianut oleh masyarakat Jawa.

Mengajarkan arti kata isor kepada generasi muda tidak hanya memperkenalkan mereka pada kosakata bahasa Jawa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur seperti kesopanan, rasa hormat, dan kerendahan hati. Dalam dunia yang semakin modern, nilai-nilai ini sangat relevan untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Memahami Arti Ising dalam Bahasa Jawa: Makna, Etika, dan Penggunaan Sehari-hari

Dengan memahami arti isor dalam bahasa Jawa adalah bawah, kita diajak untuk melihat lebih dalam bagaimana bahasa membentuk cara pandang dan perilaku suatu masyarakat.

Bahasa Jawa sebagai warisan budaya bangsa Indonesia memiliki peran besar dalam membentuk identitas, dan kata isor menjadi salah satu contoh kecil dari besarnya makna yang terkandung di dalamnya.

Sebagai bagian dari usaha pelestarian bahasa daerah, mengenalkan dan menggunakan kata isor dalam kehidupan sehari-hari adalah langkah kecil yang bermakna. Kata ini menjadi pengingat bahwa dalam hidup, bersikap rendah hati dan menghargai yang ada di bawah adalah cermin kebijaksanaan dan kedewasaan.

Berita Terkait

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa
Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa
Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari
Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya
Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan
Arti Lelara dalam Bahasa Jawa: Penyakit sebagai Simbol Keseimbangan Hidup
Arti Mlebu dalam Bahasa Jawa: Makna Masuk dan Fungsinya dalam Budaya Sehari-hari
Arti Leren dalam Bahasa Jawa: Makna Istirahat dan Nilai Budaya yang Dikandungnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 July 2025 - 10:09 WIB

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa

Friday, 11 July 2025 - 10:05 WIB

Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa

Friday, 4 July 2025 - 10:27 WIB

Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Friday, 4 July 2025 - 10:25 WIB

Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya

Friday, 4 July 2025 - 10:20 WIB

Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB