Arti Dulang dalam Bahasa Jawa: Makna, Filosofi, dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Friday, 21 February 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawruhbasa.com – Dalam bahasa Jawa, setiap kata memiliki makna dan filosofi yang unik. Salah satu kata yang menarik untuk dibahas adalah “dulang”. Kata ini memiliki arti yang kaya dan beragam, baik secara harfiah maupun kiasan. Artikel ini akan mengulas secara mendalam arti dulang dalam bahasa Jawa, penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, serta makna filosofis di baliknya.

Apa Itu Dulang?

Secara harfiah, dulang dalam bahasa Jawa merujuk pada aktivitas memberi makan atau menyuapi orang lain. Namun, makna dulang tidak berhenti di situ. Dalam budaya Jawa, dulang juga mengandung nilai-nilai seperti kasih sayang, perhatian, dan kepedulian. Proses dulang sering kali dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya atau oleh pasangan sebagai bentuk cinta dan perhatian.

Makna Kiasan Dulang dalam Bahasa Jawa

Dalam kehidupan sehari-hari, kata dulang memiliki makna kiasan yang kaya. Berikut adalah beberapa makna kiasan dari dulang dalam bahasa Jawa:

1. Dulang sebagai Simbol Kasih Sayang

Dulang sering kali melambangkan kasih sayang dan perhatian. Dalam keluarga Jawa, orang tua yang dulang anak-anaknya menunjukkan bentuk cinta dan kepedulian yang tulus. Ini menjadi simbol kehangatan hubungan keluarga yang erat.

2. Dulang dalam Konteks Pendidikan dan Bimbingan

Ungkapan “dulang kawruh” berarti memberikan pengetahuan atau mengajarkan sesuatu. Dalam konteks ini, dulang melambangkan proses bimbingan di mana seseorang membagikan ilmu pengetahuan secara perlahan dan penuh perhatian, mirip dengan bagaimana seseorang menyuapi makanan.

3. Dulang sebagai Simbol Ketergantungan

Ada pula penggunaan dulang dalam konteks ketergantungan. Ungkapan seperti “urip mung ngandelke dulang” merujuk pada seseorang yang hidupnya bergantung sepenuhnya pada orang lain. Ungkapan ini biasanya memiliki konotasi negatif dan mengingatkan pentingnya kemandirian.

Penggunaan Kata Dulang dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata dulang banyak digunakan dalam berbagai konteks di masyarakat Jawa. Berikut beberapa contoh penggunaannya:

1. “Aja mung ngenteni dulang, kudu gelem ngupaya dhewe”

Artinya: Jangan hanya menunggu disuapi, tetapi harus mau berusaha sendiri. Ungkapan ini mengajarkan pentingnya kemandirian dan usaha dalam hidup.

2. “Dulang tresna marang kulawarga iku wigati”

Artinya: Memberikan kasih sayang kepada keluarga itu penting. Ini mengajarkan bahwa perhatian dan kasih sayang dalam keluarga adalah fondasi utama kebahagiaan.

3. “Wong pinter iku kudu gelem dulang kawruh marang liyan”

Artinya: Orang yang pintar harus mau berbagi ilmu kepada orang lain. Filosofi ini mengajarkan pentingnya berbagi pengetahuan untuk kemajuan bersama.

Dulang dalam Budaya Jawa

Dalam budaya Jawa, dulang juga memiliki makna simbolis dalam berbagai acara adat. Misalnya, dalam acara pernikahan adat Jawa, terdapat tradisi dulang-dulangan antara mempelai pria dan wanita. Tradisi ini melambangkan kasih sayang, kebersamaan, dan saling menjaga dalam kehidupan rumah tangga.

Selain itu, dalam acara mitoni (tujuh bulanan kehamilan), prosesi dulang juga dilakukan sebagai simbol harapan agar bayi yang akan lahir kelak menjadi anak yang berbakti dan mendapatkan rezeki yang berkah.

Filosofi di Balik Dulang

Filosofi dulang dalam bahasa Jawa mengajarkan bahwa kehidupan sebaiknya dijalani dengan kepedulian dan kasih sayang. Memberi tidak selalu tentang materi, tetapi juga tentang waktu, perhatian, dan pengetahuan. Dulang juga mengajarkan bahwa hidup yang berarti adalah hidup yang bermanfaat bagi orang lain.

Baca juga: Arti Dudu dalam Bahasa Jawa

Arti dulang dalam bahasa Jawa mencakup lebih dari sekadar makna harfiah. Kata ini sarat dengan nilai-nilai kehidupan seperti kasih sayang, perhatian, pendidikan, dan kemandirian. Penggunaan dulang dalam berbagai peribahasa, ungkapan, dan tradisi budaya Jawa menunjukkan kekayaan makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Dengan memahami makna dulang dalam bahasa Jawa, kita dapat lebih menghargai budaya dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kehidupan masyarakat Jawa. Dulang bukan hanya tentang menyuapi, tetapi juga tentang bagaimana kita memberikan yang terbaik untuk orang-orang di sekitar kita dengan penuh kasih dan perhatian.

Berita Terkait

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa
Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa
Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari
Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya
Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan
Arti Lelara dalam Bahasa Jawa: Penyakit sebagai Simbol Keseimbangan Hidup
Arti Mlebu dalam Bahasa Jawa: Makna Masuk dan Fungsinya dalam Budaya Sehari-hari
Arti Leren dalam Bahasa Jawa: Makna Istirahat dan Nilai Budaya yang Dikandungnya
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 July 2025 - 10:09 WIB

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa

Friday, 11 July 2025 - 10:05 WIB

Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa

Friday, 4 July 2025 - 10:27 WIB

Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Friday, 4 July 2025 - 10:25 WIB

Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya

Friday, 4 July 2025 - 10:20 WIB

Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB