Arti Dina dalam Bahasa Jawa: Makna, Filosofi, dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Monday, 17 February 2025 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawruhbasa.com – Bahasa Jawa kaya akan kosakata yang memiliki makna mendalam dan filosofis. Salah satu kata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah “dina.” Dalam bahasa Jawa, “dina” berarti “hari.” Namun, lebih dari sekadar menunjukkan satuan waktu, kata “dina” juga memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan kehidupan dan perjalanan waktu manusia. Artikel ini akan membahas arti kata “dina” dalam bahasa Jawa, penggunaannya dalam berbagai konteks, serta filosofi yang terkandung di dalamnya.

Makna Dina dalam Bahasa Jawa

Secara harfiah, “dina” dalam bahasa Jawa berarti “hari” atau “waktu dalam satu hari.” Kata ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan dalam berbagai ungkapan. Dalam bahasa Indonesia, “dina” setara dengan “hari.” Misalnya:

  • Dina iki Senin. (Hari ini Senin.)
  • Aku ora duwe wektu dina iki. (Aku tidak punya waktu hari ini.)
  • Dina wingi aku menyang pasar. (Kemarin aku pergi ke pasar.)

Penggunaan Dina dalam Berbagai Konteks

1. Dalam Kalender Jawa

Kalender Jawa memiliki sistem penanggalan sendiri yang menggabungkan unsur penanggalan Islam dan Hindu. Dalam kalender ini, terdapat istilah “dina pasaran,” yaitu sistem lima hari dalam satu pekan Jawa, yang terdiri dari:

  • Legi
  • Pahing
  • Pon
  • Wage
  • Kliwon

Sistem ini digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan spiritual, seperti menentukan hari baik untuk pernikahan, khitanan, dan acara tradisional lainnya.

2. Dalam Filosofi Jawa

Dalam budaya Jawa, “dina” tidak hanya sekadar hitungan waktu tetapi juga memiliki makna filosofis yang dalam. Ada beberapa ungkapan yang menunjukkan makna ini, misalnya:

  • “Saben dina iku pelajaran.” (Setiap hari adalah pelajaran.) Ungkapan ini mengajarkan bahwa setiap hari membawa pengalaman baru yang bisa dijadikan pembelajaran dalam hidup.
  • “Dina kanggonan urip, ojo disia-siakan.” (Hari adalah tempat hidup, jangan disia-siakan.) Maksudnya, setiap hari harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk hal-hal yang bermanfaat.

3. Dalam Ungkapan dan Peribahasa Jawa

Bahasa Jawa memiliki banyak peribahasa dan ungkapan yang menggunakan kata “dina,” antara lain:

  • “Dina iki dina penentuan.” (Hari ini adalah hari penentuan.) Ungkapan ini sering digunakan untuk menggambarkan hari penting dalam kehidupan seseorang, seperti ujian, wawancara kerja, atau pernikahan.
  • “Dina-dina kanggone wong urip, mati kanggone Gusti Allah.” (Hari-hari adalah milik manusia, kematian adalah milik Tuhan.) Ungkapan ini mengingatkan bahwa manusia hanya bisa mengatur waktunya di dunia, tetapi kematian adalah ketentuan Tuhan.

4. Dalam Tradisi dan Upacara Adat Jawa

Dalam budaya Jawa, ada beberapa upacara adat yang berhubungan dengan “dina,” misalnya:

  • Tingkeban (Mitoni) Upacara tujuh bulan kehamilan dalam budaya Jawa yang biasanya dilakukan pada hari tertentu yang dianggap baik.
  • Selapanan Perayaan kelahiran bayi yang dilakukan setiap 35 hari sekali (sesuai dengan siklus pasaran Jawa).
  • Ruwatan Ritual spiritual untuk membersihkan seseorang dari nasib buruk, yang biasanya dilakukan pada hari yang dianggap sakral.

Baca juga: Arti Dhuwur dalam Bahasa Jawa: Makna, Filosofi, dan Penggunaannya

Kata “dina” dalam bahasa Jawa memiliki makna lebih dari sekadar “hari.” Dalam kehidupan masyarakat Jawa, kata ini juga berkaitan dengan filosofi waktu, perhitungan kalender tradisional, serta berbagai ungkapan dan peribahasa yang mengandung pesan moral. Dengan memahami arti “dina” secara lebih mendalam, kita bisa lebih menghargai waktu dan menggunakannya dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa
Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa
Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari
Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya
Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan
Arti Lelara dalam Bahasa Jawa: Penyakit sebagai Simbol Keseimbangan Hidup
Arti Mlebu dalam Bahasa Jawa: Makna Masuk dan Fungsinya dalam Budaya Sehari-hari
Arti Leren dalam Bahasa Jawa: Makna Istirahat dan Nilai Budaya yang Dikandungnya
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 July 2025 - 10:09 WIB

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa

Friday, 11 July 2025 - 10:05 WIB

Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa

Friday, 4 July 2025 - 10:27 WIB

Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Friday, 4 July 2025 - 10:25 WIB

Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya

Friday, 4 July 2025 - 10:20 WIB

Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB