Kawruhbasa.com – Dalam bahasa Jawa, banyak kata yang memiliki makna unik dan kaya akan filosofi. Salah satu kata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari adalah “dhewe”. Kata ini memiliki makna harfiah sekaligus kiasan yang sering digunakan dalam berbagai konteks dalam kehidupan masyarakat Jawa.
Daftar isi artikel
Apa Itu Dhewe?
Secara harfiah, dhewe dalam bahasa Jawa berarti “sendiri” atau “sendirian.” Kata ini sering digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang dilakukan tanpa bantuan orang lain atau keadaan di mana seseorang tidak bergantung pada siapa pun.
Namun, dalam percakapan sehari-hari, kata “dhewe” juga memiliki banyak makna lain tergantung pada konteks penggunaannya. Dari makna literal hingga filosofis, kata ini kerap digunakan untuk menggambarkan kemandirian, keunikan, atau bahkan kesendirian seseorang.
Makna Kiasan Dhewe dalam Bahasa Jawa
Dalam percakapan masyarakat Jawa, “dhewe” sering digunakan dalam berbagai situasi dengan makna yang berbeda. Berikut beberapa contoh penggunaan “dhewe” dalam konteks yang berbeda:
1. Dhewe dalam Konteks Kemandirian
Ungkapan “urip dhewe” berarti hidup mandiri tanpa bergantung pada orang lain. Ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mampu melakukan segala sesuatunya sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain.
Contoh:
- “Aku wis biasa urip dhewe, ora gumantung karo liyan.” (Saya sudah terbiasa hidup sendiri, tidak bergantung pada orang lain.)
2. Dhewe dalam Konteks Kesendirian
Kadang-kadang, “dhewe” juga menggambarkan keadaan seseorang yang sendiri dalam arti kesepian atau tidak memiliki teman.
Contoh:
- “Dhewe wae ing omah, ra enek sing ngajak ngomong.” (Sendirian saja di rumah, tidak ada yang mengajak bicara.)
3. Dhewe dalam Konteks Keunikan dan Keistimewaan
Dalam beberapa kasus, “dhewe” juga digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu memiliki keunikan atau ciri khas yang berbeda dari yang lain.
Contoh:
- “Sepeda motor iki desain dhewe, ora ana sing padha.” (Motor ini desain sendiri, tidak ada yang sama.)
4. Dhewe sebagai Bentuk Penegasan dalam Kalimat
Dalam bahasa Jawa, “dhewe” juga sering digunakan untuk menegaskan suatu pernyataan. Kata ini bisa memperkuat makna dalam sebuah kalimat agar lebih meyakinkan.
Contoh:
- “Aku dhewe sing ndandani mobil kuwi!” (Saya sendiri yang memperbaiki mobil itu!)
Penggunaan Kata Dhewe dalam Kehidupan Sehari-hari
Sebagai bagian dari bahasa Jawa yang kaya akan filosofi, kata “dhewe” juga muncul dalam berbagai peribahasa dan nasihat bijak. Beberapa contoh penggunaannya antara lain:
1. “Aja wedi urip dhewe, nanging kudu wani tanggung jawab”
Artinya: Jangan takut hidup sendiri, tetapi harus berani bertanggung jawab. Ungkapan ini mengajarkan pentingnya kemandirian dalam hidup.
2. “Urip dhewe luwih apik tinimbang urip karo wong sing ora setia”
Artinya: Hidup sendiri lebih baik daripada hidup dengan orang yang tidak setia. Filosofi ini menekankan pentingnya memilih lingkungan yang baik dalam hidup.
3. “Yen wani nggawe keputusan, kudu wani nanggung dhewe akibaté”
Artinya: Jika berani membuat keputusan, harus berani menanggung sendiri akibatnya. Ungkapan ini menekankan pentingnya tanggung jawab dalam setiap tindakan yang diambil.
Dhewe dalam Budaya Jawa
Dalam budaya Jawa, konsep dhewe juga sering digunakan dalam nilai-nilai sosial dan kehidupan sehari-hari. Masyarakat Jawa mengajarkan bahwa seseorang harus bisa mandiri (dhewe) dan tidak selalu menggantungkan hidupnya pada orang lain. Kemandirian ini dianggap sebagai tanda kedewasaan dan kematangan seseorang.
Selain itu, dalam budaya Jawa, seseorang yang mampu melakukan sesuatu dengan dhewe (sendiri) sering dianggap lebih kuat dan berkarakter. Namun, di sisi lain, masyarakat Jawa juga sangat menghargai kebersamaan dan gotong royong, sehingga keseimbangan antara mandiri dan bekerja sama dengan orang lain menjadi nilai yang dijunjung tinggi.
Baca juga: Arti Dhenger dalam Bahasa Jawa: Makna, Filosofi, dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam bahasa Jawa, “dhewe” memiliki lebih dari sekadar arti harfiah sebagai “sendiri” atau “mandiri.” Kata ini mencerminkan berbagai nilai kehidupan, mulai dari kemandirian, keunikan, hingga tanggung jawab. Penggunaannya dalam peribahasa dan ungkapan sehari-hari menunjukkan betapa kaya dan dalamnya budaya serta filosofi Jawa.
Sebagai bagian dari kearifan lokal, memahami makna dhewe dalam bahasa Jawa membantu kita lebih mengenal budaya dan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat Jawa. Jadi, lain kali ketika mendengar kata “dhewe,” ingatlah bahwa itu bukan sekadar tentang kesendirian, tetapi juga tentang kemandirian, keunikan, dan tanggung jawab dalam hidup.