Arti Dhenger dalam Bahasa Jawa: Makna, Filosofi, dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Saturday, 15 February 2025 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawruhbasa.com – Dalam bahasa Jawa, banyak kata yang memiliki makna unik dan kaya akan filosofi. Salah satu kata yang menarik untuk dibahas adalah “dhenger”. Meskipun kurang dikenal secara luas, kata ini memiliki makna mendalam dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa.

Apa Itu Dhenger?

Secara harfiah, dhenger dalam bahasa Jawa dapat merujuk pada kondisi pendengaran seseorang atau cara seseorang merespons suara di sekitarnya. Namun, dalam konteks yang lebih luas, kata ini juga memiliki makna kiasan yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Makna Kiasan Dhenger dalam Bahasa Jawa

Dalam percakapan masyarakat Jawa, “dhenger” sering digunakan sebagai metafora yang menggambarkan berbagai situasi atau karakter seseorang. Berikut beberapa makna kiasan yang sering ditemukan:

1. Dhenger dalam Konteks Kepedulian dan Perhatian

Orang yang memiliki pendengaran tajam atau selalu tanggap terhadap informasi sering disebut “dhenger” dalam arti positif. Misalnya, seseorang yang selalu peka terhadap masalah sosial atau cepat menangkap instruksi disebut memiliki sikap dhenger.

2. Ungkapan “Dhenger Tapi Ora Ngrungokke” dalam Bahasa Jawa

Ungkapan ini berarti “mendengar tetapi tidak menyimak.” Ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mendengar suara atau instruksi tetapi tidak benar-benar memahami atau memperhatikannya. Dalam kehidupan sehari-hari, ungkapan ini kerap digunakan oleh orang tua kepada anak-anaknya ketika mereka tidak serius mendengarkan nasihat.

3. Dhenger sebagai Simbol Ketidakpedulian

Ada juga istilah “mung dhenger nanging ora nyimak”, yang berarti seseorang hanya mendengar suara tetapi tidak menaruh perhatian atau peduli terhadapnya. Ungkapan ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitarnya.

Penggunaan Kata Dhenger dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebagai bagian dari bahasa Jawa yang kaya akan filosofi, kata “dhenger” juga muncul dalam berbagai peribahasa dan nasihat bijak. Beberapa contoh penggunaannya antara lain:

1. “Aja mung dhenger, ning kudu ngerti lan nglakoni”

Artinya: Jangan hanya mendengar, tetapi juga harus memahami dan menjalankan. Ungkapan ini mengajarkan pentingnya mendengarkan dengan perhatian dan bertindak sesuai dengan apa yang dipahami.

2. “Wong urip kudu gelem dhenger lan sinau saka pengalaman”

Artinya: Hidup harus mau mendengar dan belajar dari pengalaman. Filosofi ini mengajarkan bahwa mendengarkan pengalaman orang lain bisa menjadi pelajaran berharga dalam kehidupan.

3. “Dhenger tanpa nyimak iku padha karo ora krungu”

Artinya: Mendengar tanpa menyimak sama saja seperti tidak mendengar. Ungkapan ini menekankan pentingnya perhatian penuh dalam komunikasi.

Dhenger dalam Budaya Jawa

Dalam budaya Jawa, mendengar bukan sekadar proses fisiologis, tetapi juga berkaitan dengan nilai kesopanan dan penghormatan. Orang Jawa sering diajarkan untuk menjadi pendengar yang baik, terutama ketika berhadapan dengan orang tua atau sesepuh. Ini menunjukkan bahwa dhenger bukan sekadar aktivitas mendengar, tetapi juga tentang bagaimana seseorang merespons dan memahami apa yang ia dengar.

Selain itu, dalam berbagai upacara adat Jawa, mendengarkan wejangan dari para tetua memiliki peran penting. Misalnya, dalam tradisi pitutur luhur, wejangan dari sesepuh yang disampaikan dalam bentuk cerita atau peribahasa harus didengarkan dengan penuh perhatian agar nilai-nilai moral dapat terserap dengan baik.

Baca juga: Arti Dhengkul dalam Bahasa Jawa: Makna, Filosofi, dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam bahasa Jawa, “dhenger” memiliki lebih dari sekadar arti harfiah sebagai proses mendengar. Kata ini mencerminkan berbagai nilai kehidupan, mulai dari kepedulian, perhatian, hingga penghormatan kepada orang lain. Penggunaannya dalam peribahasa dan ungkapan sehari-hari juga menunjukkan betapa kaya dan dalamnya budaya serta filosofi Jawa.

Sebagai bagian dari kearifan lokal, memahami makna dhenger dalam bahasa Jawa membantu kita lebih mengenal budaya dan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat Jawa. Jadi, lain kali ketika mendengar kata “dhenger,” ingatlah bahwa itu bukan sekadar mendengar, tetapi juga tentang memahami dan merespons dengan bijak.

Berita Terkait

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa
Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa
Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari
Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya
Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan
Arti Lelara dalam Bahasa Jawa: Penyakit sebagai Simbol Keseimbangan Hidup
Arti Mlebu dalam Bahasa Jawa: Makna Masuk dan Fungsinya dalam Budaya Sehari-hari
Arti Leren dalam Bahasa Jawa: Makna Istirahat dan Nilai Budaya yang Dikandungnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 July 2025 - 10:09 WIB

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa

Friday, 11 July 2025 - 10:05 WIB

Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa

Friday, 4 July 2025 - 10:27 WIB

Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Friday, 4 July 2025 - 10:25 WIB

Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya

Friday, 4 July 2025 - 10:20 WIB

Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB