Arti Bakal dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Kata

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Wednesday, 8 January 2025 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahasa Jawa, sebagai salah satu bahasa daerah di Indonesia, memiliki kekayaan kosakata dan makna yang sering kali tidak dapat ditemukan padanan tepatnya dalam bahasa lain. Salah satu kata yang menarik untuk dibahas adalah “bakal”. Meskipun terdengar sederhana, kata ini memiliki beragam arti dan penggunaan yang mencerminkan kompleksitas budaya dan pemikiran orang Jawa. Artikel ini akan mengupas arti “bakal” dalam bahasa Jawa, penggunaannya dalam konteks sehari-hari, dan filosofi yang terkandung di baliknya.

Pengertian Dasar “Bakal” dalam Bahasa Jawa

Dalam bahasa Jawa, “bakal” memiliki beberapa arti tergantung pada konteks penggunaannya. Secara umum, kata ini dapat berarti:

1. Calon atau yang akan menjadi

Dalam konteks ini, “bakal” merujuk pada sesuatu yang belum terjadi tetapi memiliki potensi untuk terjadi di masa depan. Misalnya:

“Dheweke bakal dadi wong gedhe” (Dia akan menjadi orang besar).

2. Bahan atau dasar

“Bakal” juga dapat berarti bahan atau sesuatu yang menjadi dasar pembentukan sesuatu. Contoh:

“Bakal omah iki saka kayu jati” (Bahan rumah ini dari kayu jati).

3. Keharusan atau takdir

Dalam beberapa kasus, “bakal” dapat menunjukkan sesuatu yang pasti atau sudah ditentukan. Contohnya:

“Bakal kelakon yen Gusti Allah ngidini” (Pasti terjadi jika Tuhan mengizinkan).

Penggunaan “Bakal” dalam Kehidupan Sehari-hari

Bahasa Jawa dikenal dengan tingkat kesopanannya yang tinggi, yang tercermin dalam penggunaannya sehari-hari. Kata “bakal” sering muncul dalam berbagai percakapan, mulai dari yang bersifat formal hingga santai. Berikut adalah beberapa contoh penggunaannya:

1. Dalam Percakapan Keluarga

“Adikmu bakal sekolah neng kutha tahun ngarep.” (Adikmu akan sekolah di kota tahun depan).

“Bakal duwe anak pinter iku dadi idaman saben wong tuwa.” (Akan memiliki anak pintar itu menjadi idaman setiap orang tua).

2. Dalam Ungkapan Filosofis

Orang Jawa sering menggunakan “bakal” dalam ungkapan yang sarat makna filosofis. Misalnya:

“Urip iku ora mung bakal mati, nanging uga bakal mbekti.” (Hidup itu tidak hanya untuk mati, tetapi juga untuk mengabdi).

3. Dalam Konteks Ramalan atau Prediksi

“Cuaca dina iki mendhung, mesthi bakal udan.” (Cuaca hari ini mendung, pasti akan hujan).

4. Dalam Seni dan Sastra Jawa

Dalam karya sastra atau tembang (lagu) Jawa, kata “bakal” sering digunakan untuk menggambarkan masa depan atau harapan. Misalnya dalam tembang Macapat:

“Sing bakal nggawa kabegjan, kudu tansah sabar lan eling.” (Yang akan membawa keberuntungan, harus selalu sabar dan ingat).

Filosofi di Balik Kata “Bakal”

Kata “bakal” tidak hanya memiliki arti literal, tetapi juga mencerminkan pandangan hidup orang Jawa. Berikut adalah beberapa nilai filosofis yang terkandung dalam kata ini:

1. Optimisme dan Harapan

Penggunaan “bakal” menunjukkan bahwa orang Jawa memiliki pandangan optimis terhadap masa depan. Kata ini mengandung makna bahwa sesuatu yang baik akan terjadi jika diusahakan dengan sungguh-sungguh.

2. Kesabaran dan Ketekunan

Dalam budaya Jawa, segala sesuatu yang “bakal” terjadi memerlukan waktu, usaha, dan kesabaran. Filosofi ini tercermin dalam pepatah Jawa, “Jer basuki mawa beya” (Segala sesuatu membutuhkan pengorbanan).

3. Keyakinan pada Takdir

Orang Jawa percaya bahwa takdir sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Namun, mereka juga percaya bahwa manusia harus berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkan “bakal” tersebut.

4. Keseimbangan antara Usaha dan Doa

Kata “bakal” juga mencerminkan pentingnya keseimbangan antara usaha manusia dan doa kepada Tuhan. Hal ini terlihat dalam ungkapan seperti “Sing bakal kelakon iku amarga usaha lan panyuwun marang Gusti.” (Yang akan terjadi itu karena usaha dan permohonan kepada Tuhan).

Variasi Kata “Bakal” dalam Dialek Jawa

Bahasa Jawa memiliki beragam dialek, seperti Jawa Ngoko, Krama, dan Krama Inggil. Penggunaan kata “bakal” dapat sedikit berbeda dalam setiap dialek ini:

  1. Ngoko
    • Aku bakal lunga mengko sore.” (Aku akan pergi nanti sore).
  2. Krama
    • “Kula badhe tindak mengke sonten.” (Saya akan pergi nanti sore).
  3. Krama Inggil
    • “Dalem badhe tindak mengke sonten.” (Saya akan pergi nanti sore).

Makna “Bakal” dalam Kehidupan Modern

Di era modern, kata “bakal” tetap relevan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam percakapan sehari-hari maupun dalam konteks formal. Orang Jawa menggunakan kata ini untuk menyampaikan rencana, harapan, atau sesuatu yang sedang direncanakan. Misalnya:

  • Dalam dunia pendidikan: “Bakal ana sekolah anyar sing dibukak neng desa iki.” (Akan ada sekolah baru yang dibuka di desa ini).
  • Dalam dunia pekerjaan: “Proyek iki bakal rampung ing wulan ngarep.” (Proyek ini akan selesai bulan depan).

Baca juga: Arti Bae dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Kata Sederhana

Kata “bakal” dalam bahasa Jawa bukan sekadar kata biasa. Ia mencerminkan harapan, usaha, dan keyakinan orang Jawa terhadap masa depan. Dengan memahami makna dan penggunaannya, kita dapat melihat bagaimana orang Jawa menghargai proses, waktu, dan usaha dalam kehidupan mereka. Kata ini juga menunjukkan betapa kaya dan filosofisnya bahasa Jawa sebagai bagian dari identitas budaya yang harus dilestarikan.

Mempelajari kata seperti “bakal” mengajarkan kita untuk lebih menghargai budaya dan bahasa daerah, sekaligus memberikan pemahaman mendalam tentang pandangan hidup masyarakat Jawa. Dengan demikian, mari kita terus menjaga dan melestarikan bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Berita Terkait

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa
Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa
Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari
Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya
Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan
Arti Lelara dalam Bahasa Jawa: Penyakit sebagai Simbol Keseimbangan Hidup
Arti Mlebu dalam Bahasa Jawa: Makna Masuk dan Fungsinya dalam Budaya Sehari-hari
Arti Leren dalam Bahasa Jawa: Makna Istirahat dan Nilai Budaya yang Dikandungnya
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 11 July 2025 - 10:09 WIB

Arti Lestari dalam Bahasa Jawa: Makna Abadi dalam Budaya dan Falsafah Jawa

Friday, 11 July 2025 - 10:05 WIB

Arti Lengen dalam Bahasa Jawa: Memahami Makna Lengan dalam Konteks Budaya Jawa

Friday, 4 July 2025 - 10:27 WIB

Arti Lenga dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Friday, 4 July 2025 - 10:25 WIB

Arti Lemu dalam Bahasa Jawa: Simbol Kesejahteraan dan Makna Budaya

Friday, 4 July 2025 - 10:20 WIB

Arti Lemah dalam Bahasa Jawa: Menyelami Makna Tanah dalam Filosofi Kehidupan

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB