Arti Awan dalam Bahasa Jawa: Lebih dari Sekadar Langit Berhias

Avatar of Sonya Ruri

- Author

Saturday, 4 January 2025 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahasa Jawa adalah salah satu kekayaan budaya Nusantara yang memiliki berbagai kata unik dengan makna yang mendalam. Salah satu kata yang menarik untuk dibahas adalah “awan.” Dalam bahasa Indonesia, “awan” merujuk pada kumpulan uap air yang mengapung di atmosfer. Namun, dalam bahasa Jawa, kata ini memiliki makna yang lebih luas dan bervariasi tergantung pada konteks penggunaannya.

Makna Dasar “Awan” dalam Bahasa Jawa

Secara harfiah, “awan” dalam bahasa Jawa juga dapat berarti “awan” seperti dalam bahasa Indonesia, yaitu kumpulan uap air di langit. Namun, selain itu, kata “awan” dalam bahasa Jawa memiliki arti lain, yaitu “siang.” Makna ini mengacu pada waktu dalam sehari, yaitu saat matahari berada di atas kepala dan terang benderang.

Sebagai contoh:

  • “Panas tenan ing awan iki.” (Panas sekali di siang hari ini.)

Penggunaan kata “awan” untuk menggambarkan siang hari menunjukkan betapa eratnya hubungan masyarakat Jawa dengan alam dan waktu.

Filosofi di Balik Kata “Awan”

Dalam kehidupan masyarakat Jawa, awan di langit sering kali dijadikan simbol. Misalnya, awan yang berarak di langit melambangkan perjalanan hidup yang dinamis. Awan yang bergerak terus menerus menunjukkan bahwa hidup ini penuh perubahan dan tidak ada yang abadi.

Selain itu, awan juga sering dikaitkan dengan kebijaksanaan. Dalam filosofi Jawa, awan dianggap sebagai sesuatu yang menutupi, namun tidak permanen. Hal ini mengajarkan bahwa masalah atau kesedihan dalam hidup hanyalah sementara, seperti awan yang akan berlalu.

Peran “Awan” dalam Sastra Jawa

Dalam karya sastra Jawa, baik itu tembang, geguritan, maupun cerita rakyat, kata “awan” sering digunakan sebagai metafora. Misalnya:

  • “Awan iki kaya lintang ilang, teka lan lunga tanpa kabar.” (Siang ini seperti bintang yang hilang, datang dan pergi tanpa kabar.)

Metafora ini menggambarkan kerapuhan dan ketidakpastian hidup manusia, sebuah tema yang sering muncul dalam budaya Jawa.

Awan dalam Ungkapan dan Pepatah Jawa

Bahasa Jawa kaya akan ungkapan dan pepatah yang menggunakan kata “awan” untuk menyampaikan pesan moral. Beberapa di antaranya adalah:

  1. “Awan tansah ana sangisore srengenge.” Artinya: Siang selalu ada di bawah matahari. Pepatah ini mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan kita harus memanfaatkannya dengan baik.
  2. “Awan ora mesthi terang.” Artinya: Siang tidak selalu cerah. Ungkapan ini mengajarkan bahwa dalam hidup, tidak semua berjalan mulus, ada kalanya kita menghadapi rintangan.

Penggunaan Kata “Awan” dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam percakapan sehari-hari, kata “awan” sering digunakan untuk menunjukkan waktu atau kondisi cuaca. Berikut beberapa contoh kalimatnya:

  1. “Jam piro saiki, wis awan durung?” (Jam berapa sekarang, sudah siang belum?)
  2. “Awan mendhung, mbok disiapke payung.” (Langit mendung, sebaiknya siapkan payung.)
  3. Aku bakal tekan omah awan-awan.” (Aku akan sampai di rumah siang-siang.)

Perbandingan dengan Bahasa Lain

Menariknya, kata “awan” dalam bahasa Jawa yang berarti “siang” tidak ditemukan padanannya dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, siang tetap disebut “siang,” dan “awan” hanya merujuk pada uap air di langit. Hal ini menunjukkan kekhasan bahasa Jawa dalam memberikan makna ganda pada sebuah kata.

Baca juga: Arti Awak dalam Bahasa Jawa: Makna yang Lebih dari Sekadar Tubuh

Kata “awan” dalam bahasa Jawa bukan sekadar kumpulan uap air di langit, tetapi juga menggambarkan waktu, filosofi hidup, dan budaya masyarakat Jawa. Dengan memahami makna ini, kita dapat lebih menghargai kekayaan bahasa dan budaya Jawa yang begitu dalam dan penuh arti.

Semoga pembahasan ini dapat menambah wawasan kita tentang keunikan bahasa Jawa dan memperkaya apresiasi kita terhadap budaya Nusantara. Seperti awan yang terus bergerak, mari kita terus belajar dan menjaga warisan budaya ini agar tetap hidup sepanjang masa.

Berita Terkait

Kata-Kata Lucu Bahasa Jawa Buat Status WA
Ucapan Ulang Tahun dalam Bahasa Jawa Halus
Jarene dalam Bahasa Jawa: Makna dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-Hari
Angel dalam Bahasa Jawa: Makna, Penggunaan, dan Filosofi
Angka 1-100 dalam Bahasa Jawa Krama: Panduan dan Penggunaannya
Apa yang dimaksud Kawruh Basa?
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 4 July 2025 - 22:01 WIB

Kata-Kata Lucu Bahasa Jawa Buat Status WA

Friday, 4 July 2025 - 22:01 WIB

Ucapan Ulang Tahun dalam Bahasa Jawa Halus

Friday, 4 July 2025 - 21:01 WIB

Jarene dalam Bahasa Jawa: Makna dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Friday, 4 July 2025 - 21:01 WIB

Angel dalam Bahasa Jawa: Makna, Penggunaan, dan Filosofi

Friday, 4 July 2025 - 19:01 WIB

Angka 1-100 dalam Bahasa Jawa Krama: Panduan dan Penggunaannya

Berita Terbaru

Loker Guru Bahasa Jawa

Loker Fresh Graduate Kesempatan Kerja Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 09:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Rekrutmen Terbaru Loker Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 08:52 WIB

Loker Guru Bahasa Jawa

Daftar Kerja Sekarang Karir Terbaru Guru Bahasa Jawa Tahun 2025

Thursday, 10 Jul 2025 - 07:52 WIB